Perjalanan Isi Hati

 

Pertemuan itu menyisakan keheningan,, tanpa arti.

Percakapan itu tak menemukan satu titik terang bahkan tak dapat menyimpulkan apapun. Hanya kebisuan yang kita dapati..

 

Begitu banyak kerinduan saat aku hendak melupakan

Dan tak terbilang keinginan melupakan saat hati dilanda rindu.. 

 

Ya,,,

Bukankah kita telah menaklukan hati dan telah menjadikannya satu? 

 

Bukankah dan bukankah,

Ah pertanyaam yang semestinya kita tau jawabannya.. 

 

Hei.. 

Bukankah cinta itu tidak perlu tali tuk mengikat hati,, 

Lantas kenapa kau serahkan tali temali yang kusut untuk  ku urai.. 

 

Kau!

Haruskah satu ikatan tali temali itu ku potong-potong saja agar cepat selesai,

Namun menyisakan sampah.. 

 

Lihat!

Tak ada satu tali pun yang menjadi terurai, lurus seperti semula.. 

Kau pun hanya menghela nafas panjang.. 

 

Bukankah pertemuan itu telah kau dambakan sejak lama,,

Sejak terakhir kau melihatku di kota itu.. 

Kota dimana aku tengah menghirup udara segar.. 

Lantas haruskah pertemuan itu berakhir tanpa arti?!

 

Lihatlah,,

Kita sama-sama dalam kebisuan,, ketidakpastian,, ketidakpercayan, bahkan penuh dengan keraguan untuk melangkahkan kaki.. 

 

Cobalah untuk memahami hati

Memahami keadaan dan rasa yang bergejolak dalam diri.. 

Cobalah untuk saling mengerti ketika memang harusnya ada pengertian bukan hanya rasa kasihan. 

 

Cobalah untuk membaca sorot mataku

Tidakkah kau memahami apa yang kurasa. 

Tak perlu ku ceritakan,, 

Tak perlu ku bicarakan, karena mata mampu menjelaskannya. 

 

Duhai yang lembut hatinya

Bisakah tali temali itu kita urai berdua agar lebih mudah .. 

 

Duhai yang baik tutur katanya

Izinkanlah ku pertanyakan satu pertanyaam yang kelak membawa pada satu keputusan.. 

 

Duhai jiwa yang dilanda rindu 

Izinkanlah kerinduan itu ku sematkan dalam  diri hingga terpatri dalam hati..  

 

Duhai yang jiwanya dilanda kebimbangan 

Izinkanlah untukku meluruskan apa yang memang sebelumnya menjadi bengkok bahkan patah.

 

Duhai yang sedang dilanda kefuturan

Marilah mari kita dekat pada-Nya untuk menemukan satu jawaban pasti yang akan melegakan hati dan menyegarkan jiwa.. 

 

Duhai yang menyimpan sejuta kasih sayang 

Biarkanlah lembaran demi lembaran kisah kita ciptakan 

Untuk kelak kita renungkan.. 

——————-

Menyusun kepingan puzzle yang berserakan 

Mengumpulkan serpihan kaca yang telah pecah…  ☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺

 

Tulis tanggapan anda: