Membendung Potensi Konflik Sara, PBNU akan Gelar Sarasehan Lintas Agama

Jakarta, jagatngopi.com- Merebaknya isu-isu primordial dan gerakan politik identitas berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di jagad politik dan kebangsaan Indonesia membuat resah para tokoh masyarakat dan lintas agama. Keragaman yang indah yang selama ini memayungi ibu pertiwi nyaris centang perenang oleh sikap-sikap intoleransi, ujaran kebencian dan kekerasan. Parade intoleransi menyeruak ke permukaan sehingga membuat atmosfir politik nasional berubah menjadi sangat gaduh dan meresahkan. Kondisi demikian jika terus dibiarkan akan merenggangkan simpul perekat kesatuan masyarakat yang selamaini telah dibina bersendikan Pancasila. Atas fenomena tersebut, Panitia Gerakan Merajut Kebangsaan akan menggelar sarasehan lintas agama yang bertema “Merawat Kebhinekaan Bangsa” di Gedung PBNU, Rabu (27/9/2017).

Salah satu Ketua Panitia Sarasehan Lintas Agama, H. Mustolihin Madjid, dalam keterangannya yang diterima jagatngopi.com menyatakan bahwa forum yang digagas sebagai upaya untuk menjaga dan merawat kebhinekaan ini akan dihadiri oleh para tokoh agama dan masyarakat.

“Sarasehan akan dihadiri para tokoh dan masyarakat lintas agama diantaranya Ketua Umum PBNU, Pdt Henriette, Mgr Ignatius Suharyo, Biksu Wira, Drs. Uung, SH, Mayjen TNI (Purn) Made Bawa Tenaya” ujar Mustolihin.

Mustolihin yang juga Ketua LPNU Periode 2010-2015 ini, menjelaskan bahwa, kragaman suku, bahasa, budaya, ras, agama dan lainya semestinya menjadi pemantik setiap warga bangsa untuk saling menghormati antar sesame buka malah sebaliknya menjadi celah bahkan cenderung diperlebar kearah perpechan. Perbedaan suku, ras, budaya, dan lainnya sesungguhnya kekayaan kultural yang luar biasa, yang semestinya harus dijaga dan dikembangkan menuju kehidupan yang harmonis.

“Sarasehan ini dalamrangka membangun kebersamaan dalam membendung sikap intoleran, kekerasan/terror yang akhir-akhir ini tengah mengemuka dikehidupan masyarakat kita. Kegiatan ini juga mencoba memberikan pedoman kepada umat untuk bisa menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegera yang benar, menjaga keutuhan NKRI, merawat Kebhinekaan Indonesia, mengamalkan dan menjunjung tinggi Ideologi Pancasila” Jelas Mustolihin.

Dalam acara yang diketuai H. Imam Azis ini diharapkan menjadi ajang Silaturahmi antar tokoh agama, masyarakat lintas iman sebagai inspirasi bagi umat beragama secara menyeluruh dalam merawat kebhinekaan bangsa kita. Sarasehan ini merupakan gerakan moral dalam merajut kembali nilai kebangsaan kita yang telah banyak rusak oleh berbagai pihak. Setelah sarasehan ini, Panitia Gerakan Merajut Kebangsaan akan terus melakukan komunikasi dan gerakan bersama demi Indonesia yang damai, bermartabat dan berkesejahteraan.

Mustolihin menambahkan bahwa merajut dan membangun kerukunan di Indonesia yang heterogen ini dapat diupayakan dengan menumbuhkan semangat nasionalisme, bukan sebatas mencintai tanah air. Lebih dari itu, kita memahami bahwa Allah menciptakan manusia di muka bumi sebagai wujud dari kepercayaan Allah atas peran manusia untuk mengelola alam semesta. Kecintaan atas negeri tentu didasari oleh rasa tanggung jawab atas peran sebagai manusia dengan mengesampingkan segala perbedaan dan keragaman.

 

Tulis tanggapan anda: