Mencegah Radikalisme, Perguruan Tinggi se-Jabar akan Gelar Kuliah Akbar

Bandung, jagatngopi.com–Maraknya paham radikalisme dan intoleransi di kalangan akademisi khususnya mahasiswa, dinilai sudah sangat memprihatinkan. Beberapa kasus radikalisme dan intoleransi yang melibatkan mahasiswa cukup menjadi fakta kenyataan tersebut.

Ihwal ini diakui Ketua Steering Committe (SC) Pimpinan Perguruan Tinggi Jawa Barat Nurlaela Kumala Dewi, serta 37 SC lainnya di Jawa Barat.

“Untuk menangkal (radikalisme) yang sudah sedemikian tinggi, dan terasa di lingkungan kampus kami bersama-sama akan melawan hal tersebut,” tegas Nurlela dalam jumpa pers di Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Bandung, Sabtu (7/10/2017) sore.

Nurlaela melanjutkan, radikalisme sangat terasa dengan sejumlah aksi teror yang terjadi di Tanah Air akhir-akhir ini. Terlebih, beberapa aksi teror tersebut dilakukan oleh sosok yang berusia muda. Bagi Nurlaela aksi-aksi semacam itu dapat memengaruhi anak-anak untuk bertindak lebih radikal lagi.

Belum lagi lintasan informasi berpaham radikalisme ataupun intoleransi di dunia maya, yang sangat mudah mempengaruhi pemikiran generasi muda.

“Paham radikalisme masuk, tidak bikin secara fisik, tapi membuat postingan yang tanpa sadar berbeda, dan meyinggung. Kalau dibiarkan nantinya lebih parah, mahasiswa menjurus rasis dan radikal. Ini merupakan perhatian seluruh pimpinan perguruan tinggi di Jawa Barat. Kita perlu menguatkan para mahasiswa dengan Pancasila,” jelasnya.

Dalam rangka mencegah, pimpinan perguruan tinggi di Jawa Barat sepakat untuk menggelar Kuliah Akbar Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme dan Intoleransi, yang serentak di lakukan di seluruh Jawa Barat, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 nanti.

“Seratus ribu civitas akademika perguruan tinggi akan mengikuti kegiatan ini. Ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan 3000 pimpinan perguruan tinggi di Bali beberapa waktu lalu, yang khusus membahas radikalisme,” pungkasnya. (ast)

Tulis tanggapan anda: