Menerangkan Kesesatan Hizbu Tahrir, Kyai Mahfudz Membedah Kitab dari Masjid ke Masjid

Gelombang penolakan sekaligus tuntutan pembubaran ormas pengusung khilafah oleh pengadilan secara cepat agaknya akan terus berkelanjutan dari hari ke hari. Kualitas gerakan penolakannya pun bukan lagi statemen dari tokoh ke tokoh, tapi lebih dari itu, ormas mainstream seperti NU pun sudah lama menyuarakan pentingnya pembubaran HTI yang senyatanya berideologi anti Pancasila dan NKRI. 

Tidak cukup di situ, untuk membedah  kesesatan Hizbu Tahrir, muatannya bukan lagi sikap-sikap resmi masyarakat tapi lebih dari itu, yakni dengan mengaji kitab yang berisikan kesesatan-kesesatan hizb tahrir, seperti dilakukan Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH. Mahfudz Asirun.

Kyai yang juga Pengasuh Pesantren Al-Itqon, Jakarta Barat ini selama bulan Ramadhan 1438 H, tiap harinya rela berkeliling dari masjid ke masjid untuk mengkaji dan atau menyampaikan kesesatan Hizb Tahrir lewat kajian kitab al Gharah al Imaniyyah fi ar-Radd Mafasid at-Tahririyyah.

Suasana pengajian kitab al Gharah al Imaniyyah fi ar-Radd Mafasid at-Tahririyyah

 

Ustad Hazami, salah satu peserta pengajian membenarkan bahwa selama bulan Ramadhan Kyai Mahfudz–demikian akrab dipanggil–mengaji Kitab kesesatan Hizb Tahrir di berbagai masjid di jakarta barat termasuk Tangerang

“Untuk menangkal gerakan HTI Rais Syuriah PWNU DKI KH. Mahfudz Asirun mengadakan pengajian ba’da taraweh, yang dihadiri para remaja dan orang tua. Setiap malam sehabis tarawih tak kurang 800 jamah hadir di pengajian yg diadakan secara bergiliran dari masjid dan musholla”. Terangnya.

Adapun beberapa masjid tempat pengajian kitab tersebut di antaranya. Masjid Alittihad di kawasan pesantren Alitqon, Alfalah Kampung Gunung, Nurul Islam Pondok Randu, Alhikmah Kampung Pulo, Albarkah Pondok Sambi, Nurul Huda Cengkareng Timur, Alhidayah Komplek Cemara, dan lainnya.