Mengedukasi Eks Anggota HTI, FSB Rutin Adakan Pengajian Kitab Kuning

Untuk memberikan pencerahan bagaimana memahami ihwal Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan menguak misteri Hizbu Tahrir yang sesungguhnya kepada eks anggota HTI, Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) baru-baru ini mengadakan Pengajian Kitab kuning bertajuk Al Ghorotul Imaniyah Fi Raddi Mafasid Attahririyyah (serbuan keimanan dalam menolak kerusakan Hizbut Tahrir).

Sekretaris Jenderal FSB, H. Djunaidi Sahal dalam keterangannya menyatakan bahwa Pengajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat khususnya eks anggota HTI bagaimana sesungguhnya historisitas-ideologi Hizbu Tahrir.

“kegiatan pengajian ini akan dilakukan di tiap tiap wilayah yang ada di DKI Jakarta bekerjasama dengan masjid dan musolla. Pengajian bersifat terbuka, utamanya untuk memberikan pencerahan kepada eks anggota HTI agar memahami bagaimana sejarah dan ideology Hizb Tahrir dalam pergolakannya, karena banyak juga orang-orang yang masuk hti tapi tidak mengerti sebenarnya apa itu hti dan ajaran-ajarannya”. Terang Djunai.

Pembukaan pengajian kitab Al Ghorotul Imaniyah Fi Raddi Mafasid Attahririyyah karangan Syeikh Abdullah Al Hariri sendiri sudah dilaksanakan Jum’at (4/8) di Masjid Abu Hurairah Majelis Dzikir Aqidatul Awwam Pimpinan Habib Abdullah, Gg. Radio Jalan Muh Kahfi II Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan.

KH. Masturo sebagai pengasuh pengajian tersebut menyimpulkan beberapa penyimpangan Hisbu Tahrir antara lain:

Pertama. Isi kitab ini berisi tentang penolakan terhadap gagasan Taqiyuddin An Nabhani yg notabene pendiri Hizbuttahrir.

Kedua, Taqiyuddin An-Nabhani banyak sekali melakukan ijtihad tanpa didasari oleh ilmu, sehingga hasil ijtihadnya menyimpang dari ijma’ ulama dan menyesatkan Ummat.

Ketiga. Taqiyuddin An Nabhani dalam setiap gagasannya sangat menempatkan akal sebagai yang utama. Sehingga, hasil pemikirannya juga menyimpang dari Quran dan Sunnah Nabi. Seperti, penolakan atas qada’-qadar dari Allah swt. Dan menganggap semua perbuatan manusia karena manusia itu sendiri, bahkan ia menyebut bahwa hidayah datangnya bukan dari Allah swt, tapi dari manusia. 

 

 

Tulis tanggapan anda: