Menggugat Khilafah HTI Perspektif Maqoshid Syariah

Gagasan khilafah oleh HTI dianalisis dalam perspektif Maqoshid Syariah merupakan  Jalbul Maslahath al-mutawahhamah (Berasumsi adanya kebaikan  dengann penerapan khilafah di Indonesia) dengan modus memberangus Pancasila.

Padahal sejatinya, gagasan Khilafah di Indonesia oleh HTI adalah jalbul Mafasid Al-mutahaqqoqoh (Mengundang mafasid atau berbagai mara bahaya yang benar -benar nyata) nengganggu stabilitas negara, beresiko pada stabilitas ekonomi sosial dan politik.

Bahkan akan terjadi pertumpahan darah, dipastikan akan jatuh korban ribuan jiwa pro – kontra jika kelompok HTI memaksakan gerakan menghapus Pancasila. Utamanya pembelaan dari kalangan NU sebagai ormas terbesar, melindungi Pancasila dan NKRI.

Singkatnya, HTI mau menerapkan maqhosid al-wahmiyah (hanya berdasarkan asumsi) Yang JUSTERU keberadaannya merupakan bagian dari maqoshid bathil dan di tolak oleh syariat islamiyah”.

Jadi, jika dimensi fikih gerakan HTI adalah bughot(Pembangkang negara) Sedangkan dimensi ushul fikihnya adalah syad ad- daroi (Skandal yang mendatangkan bahaya) Maka natijah maqoshid syariahnya Gerakah HTI adalah mafsadath al- Kubro(Kerusakan besar)

Obsesinya menerapkan SYARIAT di Indonesia, tetapi prosedurnya sudah menabrak Maqoshid syariah!

Untuk landasan pemikiran, cukup dua  referensi, yaitu kitab:

– محمد عزالدين  ابن عبد السلام، قواعد الأحكام في مصالح الأنام، دار القلم، بيروت، ج. 1، ص. 83-102.

– أحمد بن يحيى الونشريسي، إيضاح المسالك إلى قواعد الإمام المالك، دراسة تحقيق: الصاديق بن عبد الرحمن الغرياني. دار ابن حزم، بيروت، ط:1، 1437ه- 2006م،   ص. 89.

Nasrulloh Afandi

Warung Kopi Pesantren asy-Syafi’iyyah Kedungwungu, Krangkeng Indramayu.

.