Mengurai Lebih Rinci Kesalahan Ajaran Salafi Wahabi yang Bersifat Ushuly

Resensi Buku

Judul              : Kritik Salafi Wahabi
(Meluruskan Kesalahpahaman tentang Ketuhanan, Kenabian, Bid’ah,    Takfir, Jihad dan Terorisme)
Penulis           : Prof. DR. Ahmad Mahmud Karimah
(Guru Besar Ilmu Syariah Universitas al-Azhar)
Penerbit         : Sahifa Publishing
Cetakan          : I, Mei 2017
Tebal              : 306 halaman

Seperti dimaklumi bersama di medio ’98 gerakan reformasi telah merubah kran keterbukan berbangsa setelah lebih dari 30 tahun terpasung oleh model kepemimpinan yang sentralistik-otoriterian. Dalam konteks tata-kelola bernegara yang lebih demokratis dan accountable bisa jadi momentum reformasi memberikan angin segar (harapan) bagi kehidupan warga-bangsa Indonesia. Tapi, diakui atau tidak, dalam konteks kebebasan berserikat dan berpendapat, gerakan reformasi telah memberikan celah masuknya faham dan gerakan yang sifatnya adopsional dari bangsa lain (transnasional ideology) tanpa mempedulikan aspek sosio-kultural bangsa Indonesia yang sesungguhnya sudah terangkum dalam Pancasila dan UUD 45.

Kenyataan ini menjamursuburkan kelompok-kelompok masyarakat yang gerakannya tidak lagi menopang sinergitas kebhinekaan yang sudah menjadi komitmen bersama (kalimatussawa) para pendiri bangsa tapi justru mengkerdilkan makna perbedaan, hatta di basis persoalan keberagamaan. Pada jangkauan lanjut, persoalan ini secara perlahan tapi pasti telah menimbulkan sikap hedonisme yang berlebihan pada warga bangsa. Seseorang dan atau kelompok akan sulit, bahkan pada kasus tertentu menolak untuk menerima perbedaan yang sifatnya qodratiyah dan pada kasus ini gerakan Salafi Wahabi adalah salah satu contohnya. Dalam kurun lebih dari dua dasa warsa gerakan ini terus berkembang dan menggerogoti sendi-sendi keberagaman dan keragaman Indonesia yang sudah mapan.

Secara perlahan namun pasti gerakan mereka membelalakkan “mata bangsa” dengan munculnya aksi-aksi anti aswaja, sebagai entitas ajaran yang selama ini melingkupi, melindungi dan merangkai kebhinekaan dari konstruki Islam yang Rahmatan lil’alamin (Islam Nusantara). Sikap anti perbedaan ditopang dengan misi penyeragaman ajaran yang diusung mereka atas Indonesia, diwujudkan dalam bentuk determinasi radikal (terorisme) dengan segala cara, termasuk pengeboman dan penyerangan fisik pada warga bangsa yang dianggap berseberangan (baca: kafir) dengan kelompok mereka.

Beberapa dekade terakhir, kelompok Salafi Wahabi yang notabenenya kelompok yang bersikap keras,kaku, dan sumbu pendek dalam beragama semakin berulah anarkis dan menjadi bahaya bagi perdamaian dunia, khususnya Indonesia sebagai bangsa yang penuh dengan khasanah nusantara. Kelompok yang mengatasnamakan diri salafi Wahabi ini meskipun berjumlah sedikit, namun beberapa kelompok di antaranya sangat militan dan radikal yang tidak segan untuk membunuh dan atau melukai dengan dalih berjihad.

Karenanya, penyadaran sosial atas bahaya kelompok Salafi-Wahabi ini harus terus digelorakan di semua lini kehidupan umat Islam, utamanya bagaimana memahami teks-teks ajaran Salafi-Wahabi yang senyatanya melenceng jauh dari mainstream ajaran –bahkan yang bersifat ushuly (pokok)– yang dipraktekan penganut Islam kebanyakan.

Buku yang Bertajuk Kritik Salafi Wahabi (Meluruskan Kesalahpahaman tentang Ketuhanan, Kenabian, Bid’ah, Takfir, Jihad dan Terorisme) Karya Prof. DR. Ahmad Mahmud Karimah, Guru Besar Ilmu Syariah Universitas al-Azhar Cairo ini kiranya bisa menjadi oase pengetahuan bagi pengais celah-celah kekeliruan ajaran Salafi Wahabi. Buku yang mengupas tuntas secara konprehensif persoalan pokok (akidah, syariah, nubuwwah dan jihad) kekeliruan Salafi-Wahabi ini diterjemahkan dari dua kitab yang berjudul Tahafut As-Salafiyah dan As-Salafiyah Baina al-Ashil wa ad-Dakhil.

Pustaka persembahan Sahifa Publishing yang mengulas pokok-pokok ajaran Islam berhalaman 306 halaman  ini ditulis dengan bahasa yang begitu lugas, sederhana dan mudah dicerna bagi semua kalangan pembaca. Buku maha karya ulama timur tengah yang secara teritorial penyemai awal ajaran Salafi-Wahabi ini menjadi bukti betapa akseptabilitas golongan sumbu pendek tersebut mengalami perlawanan di daerah di mana kelompok tersebut disemai.

Walhasil, dalam konteks Indonesia, membaca buku ini bukan sekedar memperkaya pengetahuan, tetapi lebih dari itu, sebuah proses membentengi diri dari arus gelombang ajaran yang sarat kekeliruan. Dan pada jangkauan lanjut, Membaca dan memahami buku ini, merupakan pijakan awal melakukan perlawanan atas ajaran yang nyata-nyata memutus sendi-sendi soliditas kebersamaan dalam kebhinekaan yang terajut dalam Pancasila dan UUD 1945. Selamat Membaca (ast)

Dapatkan buku-buku tentang Khasanah Islam Nusantara Terbitan Sahifa Publishing via jagatngopi.com. Hubungi: 081299156338 (agus salim thoyib)

Tulis tanggapan anda: