Meningkatkan Pengabdian Pada Masyarakat, FSB Adakan Pelatihan Pengurusan Jenazah

Jakarta-jagatngopi.com-Kematian adalah takdir yang tidak bisa ditolak bagi semua makhluk hidup, Tidak terkecuali terhadap orang dekat kita. “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian” (Ali Imran: 185). selain mempersiapkan diri, kita juga dituntut untuk peduli terhadap kematian orang lain khusunya membantu mengurusi jenazah umat muslim. Namun tidak sedikit yang kita lihat, masih minimnya pengetahuan tentang cara mengurusi jenazah umat muslim.

Pentingnya peduli tehadap kematian orang lain agar kehidupan kita diisi dengan kebaikan. Oleh karena itu sebaik-baiknya mahkluk ciptaan Allah dan ditempatkan derajat paling tinggi diantara makhluk lainnya, maka seorang muslim harus menghormati seorang muslim yang telah meninggal dunia, termasuk menjalankan fardhu kifayah mengurusi jenazah.

Kepedulian sosial merupakan ajaran syariat islam, pengurusan jenazah bagi muslim dapat meningkatkan kepekaan sosial dan kepedulian kepada sesama umat muslim serta membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, namun hal itu akan sulit terjadi jika, pemahaman pengurusan jenazah di kalangan masyarakat masih minim.

Maka untuk memperaktikkan kepedulian sosial dalam konteks mengurus jenazah adalah hal yang penting untuk diketahui dan dilakukan oleh umat muslim tanpa terkecuali. Apalagi, pelatihan-pelatihan bagaimana cara mengurus jenazah ini bisa dikatakan “langka” untuk diselenggarakan. Sekiranya, pelatihan ini bisa menjadi sarana masyarakat untuk mempelajari salah satu dari pilar agama Islam, yaitu ilmu Fiqih.

Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) yang selalu giat dalam melakukan pendidikan bagi umat islam akan terus konsisten untuk meningkatkan pemahaman-pemahan ajaran islam secara utuh, baik dari sisi fiqih maupun praktek. Untuk itu FSB, seperti disampaikan Sekretaris Jenderal FSB, Ahmad Djunaidi Sahal dalam keterangan persnya, akan menyelenggarakan pendidikan tentang tatacara pengurusan Jenazah di beberapa tempat di wilayah DKI Jakarta, dengan menghadirkan instruktur yang concern terkait pelatihan pengurusan jenazah.

Djunai, demikian ia sering dipanggil, meneruskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan di berbagai masjid di wilayah DKI Jakarta, dengan jadwal sebagai berikut:

1. Masjid Azzikara Jakarta Pusat dilaksanakan pada 19 Agustus 2017 dengan instruktur yaitu KH. Hasan Bisri (Pimpinan Yayasan Mahalun Nasihin) sebagai Pemateri dan Ust. Tb. Fuad Hasanudin (DKM Nurul yakin) sebagai Amil.

2. Masjid Al- Mujahidin Jakarta selatan dilaksanakan pada 19 Agustus 2017 dengan instruktur yaitu Ust. H. Muhtar (Pimpinan Majelis Ta’lim Baiturrahman) sebagai Pemateri dan Yayasan Bunga Kamboja sebagai Amil.

3. Pondok Pesantren Al-Qudwah Al-Muqoddasah Jakarta Timur dilaksanakan pada 19 Agustus 2017 dengan instruktur yaitu Dr. KH. Ahmad Fauzi (Pimpinan Ponpes Alqudwah Al’moqoddasah), Ust.H.Munif Ma’sum (Ketua MUI Cakung) sebagai Pemateri dan H. Abdul Salim sebagai Amil.

4. Masjid Nurussalam Jakarta Utara dilaksanakan pada 20 Agustus 2017 dengan instruktur yaitu KH. Ali Mahfud (MUI Jakarta Utara) sebagai Pemateri dan KH. Tb. Salim Idrus sebagai Amil.

 

Ditanya tentang kepesertaan dan tujuan dilaksanakannya pelatihan pengurusan jenazah, Djunai menerangkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 35 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di setiap wilayah masing-masing.

Pelatihan ini diharapkan, pertama meningkatkan Pengetahuan bagi masyarakat terkait pengurusan Jenazah. Kedua, melahirkan instruktur pengurusan Jenazah di setiap masjid-masjid. Ketiga, memotivasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai tata cara pengurusan jenazah. Keempat, meningkatkan kepekaan sosial di masyarakat melalui pelatihan pengurusan jenazah, dan kelima, menanamkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di masyarakat. Terang Djunai yang ikut hadir mengamati kegiatan tersebut.

 

 

Tulis tanggapan anda: