Menjaga NKRI Lewat Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara

Ditengah-tengah aktifitas belajar mengajar di SMPN 1 Grogol, Bati Tuud Koramil 05/Grogol, Peltu Sutiyono berkesempatan menyampaikan wawasan kebangsaan dengan tema “Menjaga NKRI Lewat Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara” dan wawasan kebangsaan ini ditujukan kepada siswa/siswi yang duduk dibangku kelas 8 atau kelas 2 SMP, rabu (02/08/2017)

 

Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Grogol, Drs.Tulus Pranoto, wawasan kebangsaan ditengah-tengah format waktu mata pelajaran umum ini diadakan untuk menambah pengetahuan, sekaligus mendesain karakter siswa/siswi, baik dalam pandangan sebagai seorang pelajar maupun sebagai warga negara. Pelaksanaan wawasan kebangsaan ini sendiri sama sekali tidak mengganggu proses belajar mengajar, dikarenakan mata pelajaran yang diisi dengan wawasan kebangsaan, berhubungan erat satu sama lain, walaupun dalam konteks kurikulum pendidikan tidak secara langsung berhubungan.

 

Diawal wawasan kebangsaan dengan tema “Menjaga NKRI Lewat Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara” ini, Peltu Sutiyono menjelaskan kenapa sebagai warga negara Indonesia harus komitmen terhadap Pancasila. “Pancasila itu ideologi dan setiap bangsa di dunia memiliki ideologi sendiri-sendiri sesuai karakteristik bangsa tersebut maupun komitmen dari para pendiri bangsa masing-masing. Untuk bangsa Indonesia, Pancasila itu bersifat mutlak dan absolut. Ideologi sama sekali tidak mengganggu doktrin atau ajaran agama manapun, karena doktrin atau ajaran agama lebih mengarah pada hubungan antara manusia dengan Tuhan serta mengajarkan hubungan manusia dengan manusia lainnya dalam konteks moralitas dalam nilai-nilai agama,” kata Peltu Sutiyono.

 

“Seorang pelajar itu memiliki pemikiran yang terpelajar, harus cerdas dalam menyikapi mana yang positif, mana yang negatif, jangan asal telan mentah-mentah apa yang didengar dan apa yang dilihat diberbagai media, terutama media sosial seperti facebook, twitter atau instagram. Kita menghormati bendera bukan berarti kita menyembah bendera, konteks seorang pelajar berbeda dengan seorang non terpelajar, seorang pelajar harus berpandangan luas perbedaan bendera kebangsaan dengan berhala. Jadi seorang pelajar jangan sampai terjerumus doktrin-doktrin ngawur yang sengaja ditabrakan,” pungkas Peltu Sutiyono.

 

“Wawasan kebangsaan ini, diharapkan berdampak positif bagi siswa/siswi dalam menyikapi segala hal, terkait jatidirinya sebagai seorang pelajar, sekaligus sebagai warga negara. Sebagai seorang terpelajar, harus cerdas menyikapi dan mencermati segala hal dengan kacamata seorang pelajar, apalagi saat ini banyak informasi yang berkembang didunia maya,” ungkap Drs.Tulus Pranoto.

 

 

Tulis tanggapan anda: