Menolak Lupa, LDNU Mendesak Presiden Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel

Hingga hari ini, penyerangan keji yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab terhadap Novel Baswedan sudah memasuki bulan ke empat. Pengungkapan atas kasus tersebut sampai dengan hari ini belum juga membuahkan hasil yang terang benderang. Artinya, hingga kini belum terungkap siapa pelaku dan orang orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sebagai ikhtiar menolak lupa, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta mendesak kepada Presiden RI, untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut tuntas pelaku hingga dalang dari kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Kami menghargai upaya dan kinerja yang telah di lakukan oleh Polri dalam menangani perkara ini. Namun bahwa penanganan tersebut telah berjalan selama empat (4) bulan tanpa ada titik terang, perlu menjadi perhatian Presiden RI. Demikian disampaikan dalam pernyataan sikap yang diterima jagatngopi.com (11/8).

Sebelumnya dinyatakan, menurut LDNU, ada dua hal penting berkenaan dengan penyerangan terhadap Noval Baswedan yang penting untuk disikapi :

Pertama, penyerangan tersebut berlatar belakang serangan balik dari pelaku-pelaku kejahatan korupsi yang tengah di tangani oleh KPK. Kedua, Penyerangan dilakukan pada saat saudara Novel Baswedan, sebagai umat muslim usai melakukan ibadah sholat subuh merupakan penghinaan dan teror bagi kebebasan beribadah dan beragama yang di lindungi oleh UUD 1945.

Pada bagian akhir LDNU Jakarta menyatakan bahwa pemberantasan korupsi merupakan Jihad fi Sabilillah, oleh karena itu kami mendukung pemberantasan korupsi yang di lakukan oleh KPK sekaligus kami menyatakan dukungan moral kepada Novel Baswedan.