Muhasabah Kebangsaan: PANCASILA DAN EMPAT PILAR TEGAKNYA DUNIA

Oleh: Al-Zastrouw

Tanggal 4 dan 5 Oktober kemarin, penulis mengikuti acara khaul almarhum Mbah Tugur (Syech Abdurrahman) dan al-Maghfurlah KH. Abdul Hamid (Mbah Hamid) Kajoran, Magelang sekaligus slametan NKRI. Mbah Hamid adalah ulama kharismatik yang Pancasilais, bahkan menurut keterangan beberapa kyai sepuh, Bung Karno sempat beberapa kali diskusi soal Pancasila dan Islam dengan Mbah Hamid dan Mbah Wahab (Wahab Chasbullah).

Komitmen Mbah Hamid terhadap Pancasila tidak dapat diragukan lagi. Karena menurut beliau Pancasila itu merupakan refleksi dan sublimasi nilai dan ajaran Islam yang sesuai dan cocok dengan kondisi bangsa Indonesia. Bahkan secara tegas beliau menyatakan ummat Islam Indonesia tidak usah ragu dan menperdebatkan Pancasila lagi.

Beliau pernah menyatakan, barang siapa bisa mengamalkan dua sila saja dari Pancasila secara istiqomah dan ikhlas maka orang tersebut bisa jadi wali. Dua sila tersebut adalah sila Ketuhanan Yang Maha Esa (Ketuhanan) dan Kemanusiaan yang adil dan beradab (Kemanusiaan)

Di hadapan ribuan jamaah yang hadir dalam acara khaul dan slametan NKrI ini, gus Amin (putra Mbah Hamid) menyampaikan pesan agar ummat Islam menjaga NKRI dan Pancasila dengan mengamalkan secara sungguh-sungguh nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila. Karena dengan melakukan hal ini berarti ummat Islam telah melakukan khidmah pada ulama yang telah membentuk NKRI dan merumuskan Pancasila sehingga bisa menjadi sarana mencapai kebahagiaan di dunia dan akherat.

Dalam konteks kehidupan berbangsa kita telah memiliki dasar dan pilar yang harus dijaga dan diamalkan agar bangsa ini tetap eksis dan kokoh. Empat dasar dan pilar tersebut adalah PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ikha, NKRI dan UUD 45).

Upaya menjaga empat pilar dan dasar negara ini harus dilakukan senafas dan menjadi bagian tak terpisahkan dengan menjaga tegaknya alam dunia. Artinya, pilar dan kebangsaan akan tegak dan kokoh jika kita mampu menjaga tegaknya pilar dunia.

Disebutkan dalam salah satu hadits, tegaknya masyarakat dunia (termasuk negara) karena empat hal: ilmunya para ulama, adilnya para pemimpin, dermawannya orang kaya dan doanya orang-orang miskin.

Pilar ilmunya para ulama berarti tata kehidupan dunia harus bersandar pada ilmu para ulama. Berbagai tatanan kehidupan yang ada di masyarakat harus selalu bersandar pada ilmunya para ulama.

Dalam konteks kehidupan bangsa Indonesia ilmu para ulama ini tercermin dalam Pancasila sebagai pondasi NKRI dan pandangan hidup bangsa. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, para ulama memiliki peran besar dalam merumuskan Pancasila. Mereka berijtihad secara serius dengan mengerahkan tenaga dan pikiran agar nilai-nilai dan ajaran Islam bisa menjadi dasar negara Indonesia yang beragam dan majemuk, hingga terwujud Pancasila.

Salah seorang yang ikut berijtihad di luar persidangan formal BPUPK adalah Mbah Hamid Kajoran. Berdassr data ini, maka eksistensi bangsa Indonesia akan runtuh bila mengabaikan Pancasila sebagai cermin dari ilmu ulama.

Kedua, adilnya para umaro. Pilar ini akan terwujud jika setiap kebijakan dan langkah yang diambil senantiasa bersumber dari ilmu para ulama yang terumuskan dalam Pancasila. Jika perilaku pemerintah dan pejabat negara tidak lagi berdasar Pancasila maka akan terjadi kedhaliman yang bisa meruntuhkan NKRI

Pilar ketiga yang bisa menjaga tegaknya masyarakat dunia adalah kedermawanan para orang kaya. Ini artinya orang kaya tidak boleh rakus, tidak boleh tamak, harus berbagi dg yang lain jika ingin kehidupan dunia ini tegak. Pilar ini sangat terkait dengan persoalan keadilan yang menjadi bagian dari sila Pancasila.

Pilar keempat adalah doanya kaum muslimin. Spirit dari pilar ini adalah adanya integrasi sosial dan spiritual antar kelompok, khususnya yang miskin dengan yang kaya, sehingga timbul semangat berbagi dari golongan kaya pada yang miskin, munculnya rasa hormat yang tulus dari yang miskin pada yang kaya dan pemerintah. Dengan demikian orang2 miskin akan berdoa unt pemerintah yang telah bersikap adil dan orang2 kaya yang telah berderma.

Jika dicermati, keempat pilar yang bisa menegakkan dunia ini terkandung dalam sila-sila Pancasila. Dengan demikian jika kita menjalankan Pancasila secara serius maka sesungguhnya kita telah menjalankan nilai-nilai agama. Bisa dikatakan ketika pancasila diamalkan secara sungguh-sungguh, maka tidak saja bisa menjaga eksistensi dan kutuhan bangsa dan negara tetapi juga telah menjaga tegaknya dunia.***

Tulis tanggapan anda: