Nyekar

Sajak

“Nyekar”

 

Dijual kebebasan

Tanpa wewenang

Dan dengan kesemena-menaan

Memang kau,

Comberan peradaban!

 

Kami tidak boleh memilih

Namun kau boleh berencana

Bedebah!

Lelucon apalagi yang kau mainkan.

 

Politik itu memang kejam

Makhluk yang tak punya mata,

Telinga,

Tangan,

Kaki,

Dan juga hati.

Yang dikenal hanya menang dan kalah

Hanya kawan dan lawan

Hanya besar dan menguntungkan.

 

Kau gadang-gadangkan kami kesejahteraan

Kau junjung tinggi nama mahasiswa

Lantang teriakanmu;

HIDUP MAHASISWA

Tanpa teriakan HIDUP kami juga HIDUP!

 

Aku tak begitu yakin Tuhan menganugerahimu akal dan juga hati

Sebab yang kutahu,

Ambisimu di kuasai hawa nafsu

Persis seperti binatang buas

Senyap namun garang.

 

Maaf sajakku penuh amarah

Ia hanya tak tahu arah

Namun tetap akan menjarah

Pada neraka dan luka yang bernanah.

 

Jangan engkau pikirkan,

Bagaimana cara kami bertanggungjawab

Dihadapan;

Keluarga

Masyarakat

Dan juga negara.

Yang terpenting,

Engkau masih mampu membeli susu untuk anakmu

Dan caramu menjaga keutuhan lekuk payudara simpananmu.

 

Kami kembali,

Berniat nyekar secara massal

Paling tidak nisan dan lubang kuburanmu tetap utuh

Agar malaikat pun leluasa untuk menghantammu.

 

Mungkin jas kuliah kita akan segera menjadi kramat

Status mahasiswa berubah menjadi ilegal

Dan bangunan hanya tinggal nyanyian

Sementara lahan parkiran masih bisa untuk disewakan.

 

Jakarta, 2017

Tertanda; Mahasiswa Semester Akhir Yang Ingin Lulus Dengan Husnul Khotimah.

Tulis tanggapan anda: