Pancasila Sebagai Refleksi Perjuangan Bangsa

Pancasila Sebagai Refleksi Perjuangan Bangsa 

Oleh : Bunda Rika Puspitasari (Tokoh Srikandi Indonesia)

 

Pancasila secara historis tentu memiliki nilai dan makna yang begitu mendalam. Hal ini yang mana telah terrefleksi melalui gerakan dan perjuangan para pahlawan Bangsa melawan kaum kolonialisme demi mewujudkan Bangsa yang merdeka, bebas, dan mampu menyuarakan isu isu kebangsaan di dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 juni itu merupakan hari keistimewaan bagi Bangsa Indonesia untuk tetap mengimplementasikan nilai- nilai luhurnya di kehidupan bermasyarakat. 

 

Dalam era globalisasi yang semakin pesat dan perdagangan dunia yang semakin transparan banyak persoalan yang tengah menghantui tubuh bangsa Indonesia. Seperti halnya kita melihat terjadinya krisis toleransi dan krisis persatuan dan kesatuan Bangsa antar golongan. Hal ini yang harus menjadi wacana khusus bagi sebuah Negara untuk mampu menyambungkan kembali tali persatuan dan kesatuan yang mulai kendor itu.

Konsepsi mengenai persatuan dan kesatuan bangsa, maka yang harus menjadi poin utama adalah Rakyatnya harus beradaptasi dan memoraktekkan teori persatuan dan kesatuan antar golongan, etnis, suku dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan Bangsa yang mampu bersikap toleran dan berdaya saing dalam segala sektor dan lini kehidupan berbangsa dan berbegara. Seperti kata orang bijak, tak ada kata istilah terlambat untuk memulai usaha yang baik. Segera bangkit dari keterpurukan, menyadari kesalahan dan berupaya mengubahnya secepat mungkin adalah pilihan yang arif yang harus dilaksanakan secepatnya.

Seiring dengan itu, fenomena sosial juga menjadi isu yang tidak enak untuk di konsumsi publik. Fenomena protes sosial yang kian merebak menyusul adanya kebijakan pemerintah yang tidak Pro terhadap Rakyat. Hal ini yang mengakibatkan kontradiksi pemikiran antar sesama sehingga muncul aksi dari berbagai elemen Bangsa entah dari Mahasiswa, Masyarakat, maupun LSM dan lain sebagainya.

 

Satu hal yang harus diingat bahwa kegagalan untuk keluar dari pasaran kemelut aneka krisis berkepanjangan akan sangat fatal bagi kehidupan kita sebagai sebuah negara. Tentu saja kita harus berani melakukan self-correction dan belajar dari sejarah peradaban bangsa- bangsa besar di dunia bahwa kebesaran sebuah bangsa akan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan bangsa

yang bersangkutan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita mampu menciptakan nuansa toleran dan keluar dari krisis fenomena sosial ini. Tentu ini menjadi isu khusus yang harus kita jawab melalui kebiasaan kita dalam memahami betul makna dari sebuah toleransi ini.

 

Semoga Bagsa Indonesia mampu menjadi Bangsa yang Maju, berdaya saing, dan Belajar dari sejarah perjuangan para pahlawan untuk mewujudkan sikap toleransi dan solidaritas antar sesama etnis dalam kehidupan Bernegara.

 

Mari kita menyuarakan makna dan ideologi dari pancasila. Kita refleksikan sebagai momentum persatuan dan kesatuan Bangsa.

 

NKRI harga mati. Saya, mereka, dan kita semua adalah INDONESIA.

 

Jakarta, 1 Juni 2017.

Tulis tanggapan anda: