Pascapelatihan Pengurusan Jenazah, FSB Lanjut Pelatihan Hadrah dan Marawis

Jakarta-jagatngopi.com- Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) sebagai organisasi kemasyarakatan – sekalipun belum lama berdiri – sudah menunjukan keseriusannya untuk dekat dan mengabdi pada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan konsolidasi organisasi melalui beberapa kegiatan yang memerikan ruang partisipasi masyarakat, seperti Pesantren kilat, pelatihan pengelolaan BMT, pelatihan pengurusan jenazah, dan kegiatan lain yang bertujuan meningkatkan syiar Islam.

 

Dalamrangka meningkatkan syiar Islam melalui kesenian dan menggali potensi masyarakat khususnya masyarakat Jakarta, Forum Silaturahmi Bangsa, Sabtu (19/8) mengadakan pelatihan  hadrah dan marawis, bertempat di Sekretariat FSB di kawasan Jakarta Selatan. Sekretaris Jenderal FSB, Djunaidi Sahal dalam keterangannya menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya pelatihan ini karena marawis adalah karena pentingnya membangun silaturahmi dan membangun dakwah lewat seni.

 

“Islam sangat dekat dengan seni. Dalam Islam, seni musik hadroh atau marawis, tidak hanya menjadi media dakwah. Pada perkembangannya musik hadroh tidak lepas dari perjalanan dakwah islam, seni ini juga memiliki semangat kecintaan terhadap rosulullah. Hadroh atau marawis menjadi musik yang sering menyemarakkan acara-acara islam dan tidak jarang musik ini dijadikan untuk memeriahkan acara pernikahan”. Terang Djunai.

 

Djunai juga menyampaikan bahwa penting memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Hadrah dan marawis tidak hanya sekedar seremonia belaka, tapi lebih dari itu untuk menjaga tradisi.

 

Memberdayakan musik hadroh dan marawis menjadi target penting bagi penggiat dakwah islam, agar musik ini tidak hanya dipakai sebagai alat seremonial, namun diharapkan mampu menyentuh esensi dari syiar islam yang di ajarkan oleh Rosullulah. Seiring perkembangan zaman, perkembangan sistem dakwah islam harus mampu beradaptasi dan sesuai kebutuhan masyarakat. Menjaga tradisi musik hadroh menjadi penting, karena isinya merupakan bacaan-bacaan alqur’an dan sholawat nabi yang tidak dipisahkan dalam ajaran Islam. Sambung Djunai.

 

Diakhir penyampaiannya Djunai mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh pengurus-pengurus masjid di beberapa wilayah di DKI Jakarta dan menghadirkan instruktur yang kosentrasi dalam kegiatan musik hadroh dan marawis yaitu Ust. Yahya (Instruktur Hadroh FSB) dan Abdul Latief (Instruktur Marawis FSB) serta Ust. Syamsul Bahri (Pengurus DKM Mahallul Ghofur) sebagai pemateri. Adapun tujuan kegiatan ini, lanjut Djunai antara lain:

 

1.  Menciptakan instruktur-instuktur hadroh dan marawis bagi pengurus-pengurus masjid.

2.  Meningkatkan kreatifitas musik Hadroh dan Marawis.

3. Menumbuhkan minat dakwah islam melalui musik hadroh dan marawis.

4.   Memotivasi pengurus-pengurus masjid untuk mempelajari musik hadroh dan marawis

5.      Membumikan musik bernuansa Islam lewat hadroh dan marawis.

6. Menanamkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di masyarakat lewat seni musik hadroh dan marawis.

 

 

Tulis tanggapan anda: