“PB PMII Merusak Tatanan Kaderisasi PMII DKI Jakarta”

 

Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi PMII, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakuakan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis.Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) fungsi dasarnya adalah kaderisasi, sesuai dengan tugas PMII “terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, cakap dan bertanggungjawab, mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Tujuan PMII, Pasal 4 AD/ART).

Pola kaderisai PMII memiliki karakter dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai denga kondisi lingkungan dan situasi karakter  begitupun dengan kondisi kaderisasi PMII DKI Jakarta. Karakteristik kaderisasi PMII DKI Jakarta sangat berbeda dengan kaderidsasi PMII di tingkat daerah, dinamika-dinamika kaderisasi tersebut dari mulai harmonisasi dan produktifitas kader sampai dengan kemerosotannya, merupakan cermin bagi para pengurus. Pasca konkorcab PKC PMII DKI Jakarta dalam kepemimpinan Mulyadin Permana PMII DKI Jakarta belakangan ini mengalami kondisi yang sangat kronis, kaderisasi yang tidak terpimpin, tidak terarah dan tidak terdidik menajdi problem dilematis kader PMII DKI Jakarta.

Tela’ah Kritis Konkorcan PMII DKI Jakarta

PMII DKI Jakarta mengalami kekosangan kepemimpinan hampir satu tahun lebih hal ini membuktikan bahwan Sahabat Mulyadin Permana gagal menjadi sorang pemimpin, hal tersbut juga pantas di nobatkan kepada Ketua Umum PB PMII Sahabat Aminudun Ma’ruf yang  merupakan kader asli PMII DKI Jakarta yang telah gagal dalam mengontrol dan mendidik kader PMII DKI Jakarta. Konkorcab (Konferensi Koordinator Cabang) yang merupak forum tertinggi PMII ditingkat Provinsi, salah satu agenda penting dalam konkorcab adalah  pergantian kepemimpinan di PMII DKI Jakarta secara periodik, proses konkorcab yang penuh dengan balutan politik dan interfensi structural oleh PB PMII sangat di rasakan di tubuh PMII DKI Jakarta. Konkorcab PMII DKI Jakarta di selengarakan di wisma PHI Cempaka Putih, awal nya di ikuti oleh dua calon Ketua yaitu (Sahabat Don Gusti Rao dan Sahabat Daud Gerung) dengan jumlah peserta sekitar empat cabang definitif (Cabang Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakrta Pusat dan Jakarta Selatan). Dalam perjalan kegiatan konkorcab di pindahkan ke PWNU DKI Jakarta, proses pemilihan ketua PMII DKI Jakarta berlangsung di PWNU DKI Jakarta dengan pimpinan sidang Sahabat Abdul Haris Wali (Sekjen PB PMII). Sahabat Don Gusti Rao mendapat 2 suara dan Sahabat Daud Gerung mendapatkan 2 suara, karena terjadi perimbangan suara maka dilakukan pemilihan ulang, namun hasilnya pun tidak berubah. Secara konstitusi PB PMII apabilah terjadi perimbangan suara selam dua kali maka proses pemilihan Ketua PMII DKI Jakarta harus dilakukan dengan undian (qur’a), namun pada saat itu pimpinan sidang tidak melakukan undian (qur’a) dan akhirnya kegiatan konkorcab di skorsing sampai batas waktu yang tidak di tentukan dan di ambil alih oleh PB PMII.

Pada akhirnya muncul kesepakatan bahwa Konkorcab PMII DKI Jakarta dilanjutkan dengan panitia pelaksananya adalah tim karateker PB PMII dengan ketua Sahabat Ridwan Hasibuan (Bendara Umum PB PMII). Proses konkorcab yang di tangani oleh tim karateker di laksanakan di gedung PB PMII. Konkorcab di pimpin langsung oleh Sahabat Ridwan Hasibuan, dengan calon yang resmi mendaftar adalah Sahabat Yayan Saputra dan jumlah peserta yang hadir adalah empat (4) cabang definitif (Cabang Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakrta Pusat dan Jakarta Selatan) se DKI Jakarta, dengan hasil yang resmi adalah terpilihnya sabat Yayan Saputra sebagai Ketua PMII DKI Jakarta Masa Khidmat 2017-2019. Secara administrasi organisasi ketua terpilih selambat-lambatnya satu minggu dibantu oleh tim formatur untuk melakukan rapat formatur guna untuk menyusun struktur dan mengajukan SK (surat keputusan) kepada PB PMII, terhitung sekitar 3 (tiga) kali sabahat Yayan melakukan pengajuan SK namun hal ini tidak di respon oleh PB PMII entah dengan alasan apa PB PMII tidak mengeluarkan SK, mungkin nunggu samapi lebaran kudapun SK tidak akan di keluarkan. 

Salah satu bentuk inkonsistensi PB PMII yang merusak tatanan kaderisasi PMII DKI Jakarta adalah tidak mengeluarkan SK nya sahabat Yayan dan malah secara ilegal melakukan konkorcab ilegal dengan memilih Sahabat Daud Gerung sebagai Ketua PMII DKI Jakarta. Entah apa argumentasi PB PMII sehinggah memilih Sahabat Daud sebagi Ketua PMII DKI Jakarta. Tindakan yang di lakukan oleh PB PMII tentu sangat merusak tatanan kaderisasi PMII DKI Jakarta.

Para Pemimpin Yang Merusak PMII DKI Jakarta

Dalam perjalanan konkorcab PMII DKI Jakarta sebut saja Sahabat Aminudin Ma’ruf (Ketua Umum PB PMII) sebagai kader PMII DKI Jakarta dan sebagai pimpinan tertinggi di PMII gagal dan telah merusak kaderiasi PMII DKI Jakarta sederhana saja, indikator kegagalan tersbut dapat dilihat bahwa PB PMII tidak mampu mengurus PMII DKI Jakarta. Selanjutnya ada nama Sahabat Abdul Haris Wali (Sekjen PB PMII) Sahabat Ridwan Hasibuan (Bendahara Umum PB PMII) yang dalam kontestasi konkorcab DKI Jakarta banyak meberikan kebijakan yang merugikan dan merusak kaderisasi PMII DKI Jakarta. Yang terakhir ada nama Sahabat Mulyadin Permana yang pada saat ini juga maju sebagai salah satu kandidat Ketua Umum PB PMII, sederhana menilainya carut-marutnya PMII DKI Jakarta hari ini adalah bukti kegagalan Sahabat Mulyadin Permana dalam melakukan kaderisasi di internal PMII DKI Jakarta, penilaian ini merupakan penilaian yang sangat objektik. 

#Salam Pergerkan 

Kader PMII DKI Jakarta