PELAKU BOM BUNUH DIRI DI MANCHESTER, BERNAMA SALMAN ABEDI

Pelaku bom bunuh diri di konser Ariana Grande akhirnya mulai terkuak. Kepolisian manchester seperti dilansir theguardian.com (23/5) mengumumkan bahwa yang bertanggung jawab dalam serangan bunuh diri yang menewaskan 22 orang dan melukai 59 lainnya pada konser Ariana Grande pria berusia 22 tahun. Pria tersebut teridentifikasi bernama Salman Ramadan Abedi, seorang terlahir di Machester keturunan Libya.

Pihak keamanan terus menggali informasi apakah dia bekerja sendirian atau bagian dari jaringan yang lebih luas yang membantunya dalam serangan bom tersebut. Meskipun ISIS telah mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab, tapi pihak kepolisian tidak menemukan bukti yang menguatkan pernyataan tersebut.

Sebelumnya beberapa anggota Komunitas Libya di Manchester  bertanya-tanya apakah bom tersebut dilakukan oleh salah satu dari mereka. 

Sebagian besar tidak menyangka bahwa pemuda kelahiran Inggris, yang sangat relijius, dan menghormati orang yang lebih tua itu dapat melakukan pembunuhan massal seperti itu.

“Salman? saya sangat terkejut dengan hal ini,” ujar salah seorang anggota komunitas masyarakat Libya menyampaikan kepada Guardian.

“Dia seperti pemuda pendiam, selalu menghormatiku. Saudaranya Ismail leboh mudah bergaul, tetapi Salman dangat pendiam. Dia seperti seseorang yang bisa melakukan ini”.

Salman dan saudaranya Ismail beribadah di masjid Didsbury, bersama dengan ayahnya Abu Ismail. Abu ismail  adalah sosok yang terkenal di komunitas tersebut.

Dia biasanya yang melakukan azan di masjid tersebut. Dan dia mempunyai suara yang sangat indah, dan anaknya mempelajari Qur’an dengan khusyu.

“Abu ismail akan sangat terpukul dengan kejadian ini. Padahal dia selalu menentang ideologi tentang jihad, dan hal yang berkaitan dengan ISIS ini bukanlah jihad, ini adalah tindakan kriminal. keluarga ini akan hancur”.

“Saya tidak dapat mempercayai (Salman Abedi) menjadi radikal di Tripoli. Semua hal yang seperti itu sudah di usir keluar dari sini. seharusnya tidak akan pernah terjadi di sini. Tetapi apa yang di lakukannya, membunuh orang2 tersebut, pasti ada yang mempengaruhinya, ini sangat keterlaluan, dia telah kehilangan akal sehatnya”. Tutup Ismail.