PENDAKI PEREMPUAN ASAL BLITAR

Siapa bilang mendaki gunung itu harus laki-laki? Tidak kalah dengan jumlah pendaki laki-laki, para pendaki perempuan pun turut meramaikan olah raga yang dekat dengan alam ini.

Begitupun perempuan berparas cantik Anis Dwi Luhur 23 tahun asal Blitar. Ia mengaku awalnya hanya coba-coba ikut teman dan akhirnya ketagihan juga sampai sekarang.

Semenjak itu hampir setiap waktu luang dimanfaatkan untuk adventure, khususnya mendaki gunung.

Anis mengatakan, “Perempuan tetap bisa dengan bebas menikmati pemandangan dari ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut lewat olah raga mendaki gunung. Tidak perlu takut lelah atau tidak bisa mencapai puncak gunung, karena puncak adalah bunus hal yang terpenting adalah pulang dengan selamat,” ujarnya, jumat (14/02/2017)

Anis menambahkan menaklukkan puncak gunung mengajarkan pesan untuk melepas emosi, selalu rendah hati, membuang sifat angkuh dan sombong. “Serta yang terpenting adalah orang yang tabah/sabar sampai akhir perjalananya yang bisa mencapai puncak,” pesannya. Lebih tegas lagi, Anis berpesan, akan menjadi hal yang percuma bila mendaki gunung, jikalau menaklukkan diri sendiri saja sulit untuk ia lakukan. Baginya, dan para pendaki sejati lainnya, ‘puncak gunung’ yang sebenarnya justru berada dalam diri pendaki itu sendiri. “Percayalah, bila kita terus mendaki dan mendaki kita akan mendapatkan pelajaran hidup tanpa mengeluh dan menyerah, dan hasilnya akan menjadi indah, seindah pemandangan di puncak gunung,” ujarnya.