Penerapan Penanganan Pasca Panen GHP Pada Panen Jagung

Panen jagung diatas lahan 12 bahu atau 8,4 hektar, diadakan di Desa Badas ,Kecamatan Badas ,Kabupaten Kediri. Panen jagung dari penerapan penanganan pasca panen GHP ini dihadiri Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han), Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono, Bupati Kediri, Hj.Haryanti Sutrisno dan Ir.Sulistyo dari Dinas Pertanian Prov.Jatim, kamis (03/08/2017)

 

“Saya berharap besar, panen jagung ini tidak hanya sekedar ada di Kediri saja, tetapi juga ada di beberapa daerah lain, khususnya Jawa Timur. Saya cermati, hasil panen jagung di berbagai tempat di Kediri ini cukup bagus dan memuaskan, harus dipertahankan itu. Saya juga optimis, program ketahanan pangan yang saat ini dilakukan Pemerintah bisa berhasil sesuai target, apalagi saat ini TNI turut serta mendorong upaya mensukseskan swasembada pangan,” tutur Ir.Sulistyo.

 

Panen jagung ini juga diikuti Danramil Pare, Kapten Arh Ajir, Kapolsek Pare, AKP Mustakim, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Ir.Imam Widodo Santoso dan Camat Pare, Anik Wuryani.

 

“Pemerintah telah berupaya maksimal membangkitkan produktifitas pertanian yang saat ini berada ditangan para petani. Mudah-mudahan kita kedepan sudah tidak lagi mengimpor pangan dari negara lain, kita harus bisa berdiri tegak diatas bumi kita sendiri, kita harus mandiri tanpa ketergantungan negara lain. Upaya Pemerintah dalam mengoptimalkan program bantuan alsintan, pembangunan JIT maupun bantuan-bantuan lainnya, harus kita dukung bersama-sama,” kata Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han).

 

Tercatat ,hasil panen jagung diatas lahan seluas 8,4 hektar ini, menembus angka 742,6 kwintal atau 74,2 ton, dengan asumsi jumlah total produksi jagung berbanding luas lahan, rata-rata dalam 1 hektarnya menembus angka 88,4 kwintal atau 8,8 ton. Bila dibandingkan hasil tahun 2016 lalu dengan asumsi luas lahan yang sama, dengan produksi jagung rata-rata mencapai 7,1 ton per hektar ,maka terjadi peningkatan sebesar 1,7 ton per hektar.

 

“Tanaman jagung sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, dari janggelnya sampai batangnya bisa dijadikan makanan ternak sapi. Saya harap para petani terus menerus berupaya meningkatkan hasil pertaniannya, mudah-mudahan harapan Pemerintah untuk swasembada pangan bisa tercapai,” ungkap Hj.Haryanti Sutrisno.

 

 

Tulis tanggapan anda: