Peningkatan Produksi Jagung Lewat Varietas Unggulan

Setapak demi setapak Kediri siap mewujudkan Ketahanan Pangan yang berbasis Kemandirian Pangan guna mewujudkan Indonesia menuju Swasembada Pangan. Peningkatan demi peningkatan mulai nampak dan berwujud nyata, baik dalam hal produksi pertanian maupun SDM para petani yang ada, ditambah bantuan yang terus mengalir dari Pemerintah berupa benih, pupuk maupun alsintan (alat mesin pertanian), jumat (07/07/2017)

 

“Harapan menuju Swasembada Pangan kian terang benderang, kita sama-sama melihat tanpa mengabaikan data-data statistik yang ada, berbagai tanaman pangan khususnya jagung di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan yang cukup luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso pada pembuka acara acara Temu Tani dan Panen Jagung di Kecamatan Papar, yang dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso , Camat Pagu , Kapolsek Pagu, BPP Kecamatan Pagu , Mantri Pertanian Kecamatan Pagu dan PPL se Kecamatan Papar serta Pengurus Kelompok Tani se-Kecamatan Pagu.

 

“Komoditas jagung saat ini telah menjadi salah satu komoditas yang strategis. Meskipun masyakarat Indonesia pada umumnya mengkonsumsi jagung bukan sebagai makanan pokok, namun permintaan terhadap komoditas ini menunjukkan adanya peningkatan. Peningkatan permintaan tersebut tidak terlepas dari semakin meningkatnya permintaan jagung untuk kebutuhan bahan pangan, sebagai bahan baku industri maupun pakan ternak. Hal ini menunjukkan adanya implikasi bahwa komoditas jagung kini memiliki peranan yang sangat penting” ungkap Danramil Pagu, kapten Inf Tafsir pada sambutannya.

 

Hasil pertanian Jagung di Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri diharapkan mampu menunjukan peningkatan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, terlebih perhatian Pemerintah saat ini benar-benar berkonsentrasi penuh ,guna mewujudkan swasembada pangan.

 

“Pangsa pasar hasil pertanian jagung di dalam negeri masih sangat terbuka lebar. Karena itu perlu komitmen bersama antara pemerintah, perusahaan berbasis pertanian, pabrik pakan ternak, dan petani, untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian tersebut, sehingga Indonesia tidak perlu lagi mengimpor jagung dari luar negeri. Sampai sekarang, Indonesia masih mengimpor jagung. Akibatnya harga jagung lokal terbantai” pungkas Kapten Inf Tafsir.