Penyerahan Bingkisan Hari Raya Idul Fitri Bersama Yayasan Panti Asuhan NU

Hitungan jari waktu Hari Raya Idul Fitri, juga menjadi perhatian bagi Yayasan Panti Asuhan NU An Nuur Kota Kediri untuk berbagi suka cita di hari yang fitri ini dengan penyerahan bingkisan lebaran kepada 34 anak dalam panti ,200 anak non panti dan 192 lansia. Acara tersebut dihadiri K.H.Anwar Iskandar dari Ponpes Al Amin, K.H.Abubakar Abdullah dari PCNU Kota Kediri, K.H.M.Salim dari FKUB, Wakil Walikota Kediri, Hj.Lilik Muhibah, Danramil Pesantren, Kapten Arm Nur Solikin, dan Kapolsek Pesantren, Kompol Sucipto , selasa (20/06/2017)

 

“Kepahitan yang dirasakan oleh orang-orang lemah itu, yang lebih dulu merasakan pahitnya kehidupan sebelum manisnya. Mereka adalah anak-anak, yang kehilangan sosok yang mencarikan nafkah bagi mereka sebelum mengerti apa itu nafkah, apa itu pekerjaan. Bahkan mereka adalah anak-anak yang kehilangan sosok yang membimbing mereka, sebelum mengenal apa-apa. Anak yang dikejutkan oleh kematian ayahnya, sebelum merasakan manisnya kasih sayang ayah, sebelum mereka merasakan perlindungan tangan yang perkasa itu,” tutur K.H.Anwar Iskandar saat tausiyah Ramadhannya.

 

“Islam telah mendorong pemeluknya agar memiliki akhlak mulia. Salah satu akhlak mulia itu adalah menyantuni anak yatim. Sesungguhnya, anak yatim adalah manusia yang paling membutuhkan pertolongan dan kasih sayang. Karena ia adalah anak yang kehilangan ayahnya pada saat ia sangat  membutuhkannya. Ia membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita, karena ia tidak mungkin mendapatkan kasih sayang ayahnya yang telah tiada. Jika melihat seseorang yang penyayang kepada anak-anak yatim dan menyantuni mereka, maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang yang berbudi dan berakhlak mulia,” sambung K.H.Anwar Iskandar.

 

Acara penyerahan bingkisan Hari Raya Idul Fitri ini juga berlanjut pada acara berbuka bersama yang berlangsung di Yayasan Panti Asuhan NU An Nuur, dan saat berbuka puasa bersama ini juga dilakukan ramah tamah dengan 34 anak dalam panti ,200 anak non panti dan 192 lansia, yang saat ini juga diundang dan duduk bersama.

 

Hj.Lilik Muhibah saat menyampaikan sambutannya mengatakan,” Sesungguhnya, mengasihi anak yatim merupakan sarana untuk melunakkan hati dan mengupayakan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan. Sebab, orang yang mengasihi anak yatim telah memposisikan diri seperti ayahnya. Seorang ayah, secara naluriyah memiliki karakter sayang dan mengasihi anak-anaknya. Adapun orang yang mengasihi anak yatim memiki satu sifat lain, yaitu mengasihi anak yang bukan anak kandungnya.”