Perang Cyber

Dan dunia bawah tanah pun telah membara berwarna warni. Ini gelombang perang cyber bulan lalu. 

Tengoklah kawan, negara sumber serangan….Yep, Amerika Serikat. Dan sekarang jingok lah, kata orang Palembang, negara sasarannya. Lhoooo…Amerika Serikat lagi??? 
Terus apa nih maksudnya? Perang internal AS? Kayak yg di pilem-pilem gituuuh? Well, kawan….berbagai banyak kemungkinan: 1) perang internal AS: corporate, pemerintah (garis keras republikan vs demokrat) ; 2) di AS saat ini banyak asset dari Saudi Arabia, UEA, Qatar, China, India dan beberapa negara Uni Eropa. Bentuknya? Macam2…mostly berupa CORPORATE atau Perusahaan. Gak perlu serangan terbuka ke Pemerintahan mereka, cukup goyang kantong uangnya kan. Dengan kata lain….AS lah yang paling berkepentingan disini. Huehehehehe. 
Jenis serangan yg meningkat pesat dan tidak dapat terindentifikasikan bentuknya…..serangan yang berupa rumors, HOAX dan juga DARK WEB. Ketika spin doctor masuk ke ranah IT dan menggunakannya sebagai alat utama. Buzzer, influencer…apapun itulah namanya. Mereka lah pelaku operasional dari desain komunikasi yg disiapkan oleh para spin doctor. 
Nah, dark web ini yang saat ini menjadi “trend” untuk proses penyebaran tentang terorisme & aliran garis keras lainnya. Dari a to z tentang terorisme, aliran geras keras lainnya termasuk source pembiayaan, sumber senjata, tutorial macam-macam. Intinya metode brainwash & propaganda melalui IT dengan pemahaman mengenai neuro linguistic dan neuroscience. Hasilnya? BOOMM!!! Jauh lebih efektif dari metode-metode sebelumnya. 
Yuk…kita lihat sampai mana atau sasaran serangan yg berupa dark web itu…betuuuuullll, kawasan teluk a.k.a Timur Tengah dengan beberapa paparan hingga ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 
Fenomena ini bisa untuk.menejelaskan Marawi dan Kampung Melayu ya. Persekusi bisa dipahami dalam konteks ini, sayangnya memang baru pada titik penindakan. Belum bisa pada ranah pencegahan. Masih bilang itu settingan? Hellooooo….wake up guys. You know we can see you 🤘
Pola serangan kini lebih beragam karena tidak hanya dari sisi teknis. Karakter serangannya berbeda. Deface, bikin web down…itu mah udah biasa bingits. Kini hacker makin berkembang mereka punya “misi” terlihat dengan pesan-pesan yang ingin disampaikan. Hack telkomsel menjadi salah satu contohnya. Dan ingat….hacking is art! 
Negara-negara kini mulai aware, China misalnya yg sangat ketat untuk pengawasan unknown attack ini. Terutama dia menyadari banyak asset China di luar negeri, termasuk di AS. No sosmed dan penggunaan platform komunikasi sendiri: wechat dan kini pun melarang google. 
Apa aja sih sektor yg rawan serangan cyber: gov, IT, financial/ banking, energy, health, food& agriculture, transportation….tengoklah sektor-sektor dasar sebuah negara bisa beroperasi. So baby, its not just about making website or go online….but we should start to consider about our CYBER SECURITY!
#myjourney #workingmom #creativehead #indexpolitica #cyberwar #cybersecurity

Ditulis oleh Arum Kusumaningtyas 

Mang Insan

Mang Insan

Belajar teruss..

Tulis tanggapan anda: