Peserta KONFERWIL IPNU Jawa Barat, Sesalkan Intervensi Pimpinan Pusat

Tasikmalaya, Jagatngopi – Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat gelar Konferensi Wilayah (KONFERWIL) XVIII, Jumat-Minggu (28-30/07), Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa Tasikmalaya Jawa Barat, di hadiri oleh 27 cabang se-Jawa Barat.

KONFERWIL merupakan forum musyawarah tertinggi tingkat wilayah,yang di lakukan selama tiga tahun sekali. 

Euforia dan dinamika dalam kegiatan ini sangat beragam, salah satunya adalah terdapat beberapa bentuk intervensi dan provokasi yang di sinyalir mengganggu jalannya musyawarah secara obyektivitas. 

Dalam hal ini, Daeng Pengurus Cabang IPNU kabupaten Garut sesalkan intervensi Pimpinan Pusat.

Atmosfer politik pada Perhelatan Konferensi Wilayah IPNU Jawa Barat ke-XVIII, dari waktu ke waktu mendapat perhatian serius dari seluruh kader IPNU Jawa Barat. Salah satunya Daeng, Pengurus Cabang IPNU Kabupaten Garut mengeluhkan adanya sinyalir tak sedap intervensi Pimpinan Pusat ke cabang-cabang se-Jawa Barat.

“Saya sangat mengeluhkan sikap Pimpinan Pusat yang ikut campur terhadap pesta demokrasi IPNU Jabar ini,” katanya saat ditemui disela-sela acara kegiatan KONFERWIL.

Ia mengatakan, intervensi atau ikut campurnya pimpinan pusat ini sudah merendahkan martabat kader IPNU sebagai manusia berdaulat.

“Entah apa kepentingannya, pada intinya saya mengutuk keras campur tangan Pimpinan Pusat terhadap Cabang-cabang se-Jawa Barat,” tuturnya tegas. 

Para peserta KONFERWIL IPNU Jawa Barat harap agar netralitas dan nilai obyektivitas masih dapat di pegang.