Pilkada Jawa Tengah 2018 : Kilas Balik Akar Rumput Masyarakat Jawa Tengah

Pada pilkada 2018 pulau jawa akan menghadapi pemilihan gubernur yang diselenggarakan oleh jawa bagian barat, tengah, timur. Jawa barat diprediksi akan menampilkan sosok perang bintang. Jawa timur akan menghadirkan pertarungan pemimpin akar rumput, lalu bagaimana dengan Jawa tengah? Jawa tengah masih diprediksi  akan kuat dominasi oleh petahana. Tulisan ini akan lebih spesifik membahas segi kemuningkinan politik pilkada di jawa tengah mengimbangi jawa barat dan jawa timur yang dianggap dipenuhi oleh sosok bintang.

Jawa Tengah dikenal sebagai “jantung” budaya Jawa. Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi ini.

Masyarakat jawa tengah masih menganut sistem kemasyarakatan yang guyub, gotong royong kuat ketimbang ego individualisme perkotaan. Lagi-lagi (meminjam istilah pilpres 2014) yang mampu blusukan bertemu masyarakat bawahlah yang lebih banyak disukai publik. Meski begitu perkembangan zaman dapat ditangkap dengan baik oleh masyarakat jawa tengah yang memasuki era millenial. Masyarakat dibelahan kelas manapun akan memasuki ketergantungan atas konektivitas. Secara tidak langsung calon gubernur yang mampu masuk pada kedua segmen inilah yang akan naik pada pentas lebih tinggi atas panggung jawa tengah.

 

Menimbang elektabilitas Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah

Pemilihan gubernur jawa tengah kali ini tidak kalah seru dengan Provinsi tetangga Barat dan Timur. Jawa Tengah akan menampilkan bakal calon pemilihan gubernur akar rumput. Menurut survei yang dilakukan oleh Populi Centre Pilkada Jawa tengah akan menampilkan sosok sebagai berikut; pertama tentu saja petahan Gubernur Ganjar Pranowo, Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, dan Mantan Menteri Desa PDT Marwan Jafar.

Tentu saja dari masing-masing nama tersebut terdapat kelebihan serta kekurangan dalam bertarung di Pilkada Jawa Tengah. Mari kita ulas nama tersebut satu persatu. Pertama ialah petahana Ganjar Pranowo, dia adalah sosok yang paling memiliki elektabilitas tinggi diantara nama lain, bisa saja ia menjabat dua periode jika pemilihan dilakukan hari ini. Pada pilkada lalu Ganjar diusung oleh PDIP dan jika PDIP masih meminati Ganjar hanya membutuhkan 3 kursi dari partai lain atau berkoalisi dengan Partai Nasdem  yang meraih 4 kursi maka Ganjar bisa melenggang pada arena pertarungan. Kekuatan Ganjar berada pada politik akar rumput dan ketegasan yang sangat baik.

Meski begitu banyak yang menilai ketika Ganjar ketika mencalonkan Pilgub Jawa tengah akan .bernasib seperti Ahok. Ketika publik Jawa tengah menyukai Ganjar sedangkan namanya masuk pada kasus mega korupsi pengadaan E-KTP. Kriminalisasi akan bisa saja dimunculkan kembali.

Calon kedua yaitu Sudirman Said. Mantan Menteri ESDM yang terkenal berintegritas dan mampu menggedor ketua DPR Setya Novanto dalam kasus papa minta saham mendapat simpati publik. Tentu saja ini menjadi nilai plus kapasitasnya sebagai Menteri ESDM kala itu. Tetapi untuk Pilkada Jawa tengah  Sudirman Said masih kalah populer ketimbang nama lain, ditambah ia harus lincah melobby partai untuk bisa mencalonkan diri.

Sosok selanjutnya yaitu Mantan Menteri Desa PDT Marwan Jafar. Marwan Cukup diperhitungkan dalam Pilkada Jateng. Dengan tradisi Guyub masyarakat Jawa tengah Marwan mempunyai modal tingkat Grassroot saat menahkodai Menteri Desa yang banyak dikenal masyarakat akar rumput di Desa. Selain itu Marwan sebagai kader PKB mempunyai suara kedua terbanyak setelah PDIP. Pada lingkungan agamis tradisional Marwan juga memegang segmen tersebut yang juga bisa memasuki kaum Nahdiyin. Meski begitu siapa yang akan mengenal Marwan jika dihadapkan dengan masyarakat era millenial? Marwan masih pasif jika berhadapan pada masyarakat millenial.

 

Sekali lagi masih banyak kemungkinan yang akan terjadi menuju pemilihan Gubernur. Tahapan tersebut masih terbilang lama dan tentu saja masih dinamis menuju pemilihan 2018. Menarik ditunggu bagaimana tokoh diatas mampu menarik minat para pemilih Jawa Tengah yang masuk pada berbagai segmen.

Tulis tanggapan anda: