PMII UBK Ungkap Cara Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila

PMII UBK Ungkap Cara Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila

Jakarta, JagatNgopi – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bung Karno (UBK) ungkap cara mengimplementasikan nilai-nilai pancasila pada kegiatan pelantikan dan orasi ilmiah (12/06), Gedung PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya No. 65A Jakarta Pusat.

Harid Anjani Ketua Komisariat UBK yang baru saja di lantik, ungkap pesan dalam orasinya untuk kader-kader PMII agar mampu mengamalkan nilai-nilai pancasila.

“Pancasila harus menjelma menjadi sikap dan gerakan kita sebagai kader-kader PMII,” tegas perempuan asal Lampung yang baru saja di lantik.

Kegiatan yang di beri tema “Peran Mahasiswa Dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila” ini di sambung dengan orasi ilmiah oleh para narasumber, salah satunya oleh Asni Saputra Ketua Prodi Hukum Universitas Bung Karno, menyampaikan bicara tentang pemuda dan mahasiswa pasti perbedaan semangatnya sangat berbeda sekali. Hal yang mendasar terlihat jelas pada kata “Maha” yang tersematkan di kata Maha-Siswa.

“Mahasiswa selain belajar punya penelitian dan pengabdian itu yang membedakan mahasiswa dengan siswa. Dan juga mahasiswa sebagai obyek dinamika masyarakat,” ungkapnya Asni Saputra di awal sambutan.

Mengimplementasikan nilai-nilai pancasila harus di mulai dari tanggung jawab mahasiswa di dunia akademisi, seperti bertanggung jawab terhadap tugas-tugas di kampus untuk tidak meng-copy di google tanpa sebelumnya di cari dan di kaji.

“Kita yang belum jadi apa-apa harus mampu mengobarkan nilai-nilai pancasila sebelum nantinya kita menjadi apa-apa, maka mulailah bertanggung jawab sebagai mahasiswa,” tegas Asni Saputra yang juga menjadi dosen di UBK.

“Bukan tanpa logistik kalian tidak bisa hidup dengan logika. Tapi berpikirlah secara logis maka insya Allah logistik datang,” ucapnya melanjutkan.

Di akhir orasinya ia menyebutkan bahwa ada tiga populasi yang harus di diami oleh para pemuda dan mahasiswa, yaitu baik, benar dan bermanfaat.

“Sebelum tiga populasi tersebut di bangun, bangunlah terlebih dahulu mengenai jiwa”.

“Sesungguhnya setiap negara bisa di hancurkan hanya dengan merusak dan menghancurkan sejarah,” tutupnya di akhir orasi.

Penulis : (Robiatul Adawiyah)