Program FDS Merusak Keutuhan Bangsa

Komunitas NU Banyumas (KNB) meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memperingatkan menteri Pendidikan Muhajir agar menghentikan program Full Day School. Hal itu dikarenakan program tersebut jelas-jelas berportensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa karna ditolak mentah-mentah oleh Nahdlatul Ulama (NU) sementara Muhammadiyah mendukungnya. 

“Jadi program FDS itu bisa menjadi destruktif bagi persatuan dan kesatuan bangsa ini. Mestinya kalau ditolak oleh mayoritas umat  jangan dilanjutkan, mengapa ngotot untuk diteruskan ada maksud apa ?.Apalagi yang menolak kan bukan hanya NU tetapi juga banyak elemen yang lain”, kata Agus Maryono, President KNB kepada pers di Purwokerto belum lama ini. 

Menurutnya dukungan Muhammadiyah atas program tersebut dan statement sindirian atas madrash diniyah yang dinilai sebagai kursus saja juga sangat melukai NU dan merusak hubungan baik antara dua ormas terbesar itu. 

Maka program full day school menurut KNB sangatlah tidak ramah bagi persatuan dan kesatuan bangsa.KNB menilai program tersebut akan menyakiti organisasi NU dan Jamaahnya karna berpotensi membuat salah satu program pendidikan warga NU yakni Madrasah Diniyah (Madin)  di seluruh Tanah Air gulung tikar. Hal itu disebabkan karna jadwal belajar Madin akan terampas olh full day scholl yang rata rata dilaksanakan pada sore hari sepulang sekolah.

Oleh karna itu menurut KNB wajar jika NU dan Jamaahnya menolak tegas program tersebut. Madin  menurut KNB sudah berjalan sejak ratusan tahun silam  sebelum Negara ini terbentuk. Lebih dari 70  Ribu Madin di Tanah Air am gulung tikar jika FDS dilaksanakan.

“Maka jika program tersebut dipaksakan untuk berjalan maka tentu saja akan melukai hubungan baik NU dan Muhammadiyah yg sebelumnya baik”, kata Agus Maryono.

Muhajir yang menurutnya adalah tokoh dan Pengurus Pusat Muhammadiyah akan menimbulkan  kesan negatif dan seolah sengaja  sedang berusaha menghabisi program pendidikan milik NU.

“Kesan ini sangat tidak produktif dn sangat buruk bagi  persatuan dn kesatuan NKRI yang saat ini sedang terus digalakkan mengingat terus tumbuhnya kelompok Islam garis keras ( radikalis) yang intoleran di Indonesia”, kata Agus.
 
Agus selanjutnya mengatakan, NU dan Muhammadiyah adalah dua ormas Islam terbesar di Tanah Air yang harus terus berusaha mencari titik temu diantara keduanya demi memperkuat kutuhan Bangsa dan Negara demi tegaknya NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 
 
Perpecahan antara NU dan Muhammadiyah dalam polemik FDS itu menurut KNB  sangat rentan dimanfaatkan olh kelompok Islam Garis Keras untuk semakin membenturkan keduanya.

“Padahal kelompok Radikalis adalah musuh bersama bangsa ini yang sebagaimana kita tau sedang terus mencari moment untuk merusak keutuhan NKRI dengan bermacam cara dan propagandanya. Jangan sampai hal itu ditunggangi oleh para teroris untuk memperuncing suasana”, Agus Maryono.

Oleh karna itu KNB selanjutnya meminta Mendiknas Muhajir untuk membatalkan program full day school karna sangat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Sisi positif dari program tersebut dalam pandangan KNB tidak akan mampu membayar dampak buruknya yakni rusaknya keutuhan Bangsa, Bhinneka Tunggal Ika yg jauh lebih penting untuk dijaga bersama. ###
 

KNB Banyumas Banyumas

Agus Mar

Komunitas NU Banyumas (KNB)

Tulis tanggapan anda: