Qatar oh Qatar

I don’t know…Timur Tengah tidak pernah menjadi topik favorit saya  dalam pembahasan-pembahasan kebijakan politik luar negeri Indonesia dari dulu. Tetapi yaaaa…terpaksa I have to chew it all. Namanya juga pekerjaan toh. Dan percaya atau tidak, dampaknya bagi Indonesia tidak pernah signifikan kok. 
Kerjasama Indonesia dengan negara-negara teluk yang tergabung di Liga Arab tidak pernah memberi dampak signifikan untuk perekenomian kita. Sehingga kerjasama Indonesia dengan Negara- negara Liga Arab itu selalu dibungkus dengan kerjasama ketenaga kerjaan dan kerjasama budaya yang parameternya masih kaboooorrrr. Huehehehe 😀
Qatar itu kalau saya analogikan macam remaja cerdas dan sedikit bengal. Dia paham celah dan mengambil keuntungan disitu.  Eh..eh, tahu gaaak siiih…Sebelum pada ikut heboh ribut masalah Timur Tengah yang nanti pasti akan sampai perkara Sunni dan Syiah, Hamaz, Ihwanul Muslimin, Wahabi, ISIS, Israel, Jalur Gaza, dkk…which is not my expertise neither my interest. I just think we should see further more behind the curtain of this Gulf problem for the sake of Indonesia….and that is, my friends,  are my interest. ELING LAN WASPODO!!!
Tadi udah saya sebut ya Qatar itu kayak anak pintar dan bengal. Kenapa? Hehehe, tau gak pangkalan udara militer milik AS dimana? Atau fakultas kedokteran milik AS yang pertama kalinya terletak di luar benua Amerika dan berafiliasi dengan universitas prestisius Ivy League : Weill Cornell Medicine School ? Yak, tuuul. QATAR!!! Tetapi yaaaaa…..di Qatar itu juga ada head quarter nya Al Jazeera. Media prestisius yang garang terhadap AS dan Uni Eropa yang dalam waktu singkat mampu menjadi penyeimbang 2 kantor berita besar untuk liputan kawasan teluk: CNN dan BBC. Saham Al Jazeera memang dikuasai oleh keluarga Emir Qatar.
Demi menjaga netralitas Al Jazeera ya tuan dan puan semua, Emir Qatar itu menghibahkan sebuah lahan super besar jauh dari Doha dan dijadikan lokasi kantor Al Jazeera itu setara dengan kawasan diplomatik. Jadi siapa saja tidak bisa keluar masuk seenaknya, termasuk Pemerintah Qatar. Untuk masuk ke studio nya yang super canggih saja, dari pintu gerbang penjagaan pertama dimana passport dan ID kita mulai di cek adalah sekitar 5 km an. Yep…saya pernah ke Markas Al Jazeera. Lucky girl I am!  😉
Nah…posisi unik Qatar ini di Timur Tengah tak lepas dari kepiawaian diplomasi sang ratu, Syeikha Mozah bint Nasser. Berbeda dengan posisi ratu-ratu lain di negara teluk, bahkan Ratu Rania dari Jordania. Syeikha Mozah memiliki posisi penting dalam pemerintahan Emir Qattar. Jabatan resmi Syeikha Mozah adalah Ketua Dewan Kualitas Pendidikan Qatar dan beliau lah sosok yang berhasil membuat AS tunduk dengan Pemerintah Qatar: I gave you land for your Air Force Base in Gulf. But you will give me  Ivy League University in my country. Whoalla….Cornell University lah yang selama ini terbiasa sebagai salah satu alat diplomasi luar negeri AS yang dipilih. Hmmm, andai saya jadi Syeikha Mozah…saya akan menuntut Harvard atau John Hopkins yang harus membuka Fakultas Kedokteran di Doha, Qatar. Karena dua nama itu adalah lambang American Pride dan kitab sucinya dunia kedokteran modern saat ini. Namanya usaha gak boleh setengah-setengah kan? Percaya deh…tidak ada zero sum game dalam bidang diplomasi! 😉 
 Kok kedokteran…gimana pun juga Qatar itu masih kerajaan Sunni dimana perempuan hanya boleh belajar keguruan dan kedokteran. Syeikha Mozah adalah seorang Doktor di bidang Sosiologi, beliau paham bahwa masalah yang dihadapi kaum hawa di negaranya adalah proses eksistensi perempuan dimana pendidikan adalah kunci. Selain itu informasi, nah…jadi pahamkan kenapa Al Jazeera bisa mendapat banyak keistimewaan di Qatar? Bahkan Syeika Mozah menjadi supervisor langsung acara-acara anak di Al Jazeera ini. She is riding the wave of change for her country.
Okay, lanjut. Siapa yang memboikot Qatar? Negara-negara yang tergabung di Liga Arab yang pagi ini berkembang menjadi 7 negara, dimana semuanya dimotori oleh 4 negara, yaitu: 1) Saudi Arabia; 2) UEA; 3) Bahrain; 4) Mesir. Siapa mereka? Sekutu ‘jinak’ Amerika Serikat di kawasan teluk. Nurut, anak baik-baik….get the point? Apa sih kepentingan AS? MINYAK. Wilayah teluk dan Liga Arab adalah turunan dari Marshal Plan milik AS…kawasan ini lah yang merupakan lokasi PEARL OF STRING, pembelokan rute SILK OF ROAD. Jejak peradaban yang coba  dibangun Amerika Serikat Pasca Perang Dunia II ( ingat postingan saya sebelumnya: Silk Road & Abad 21) yang menjadikan AS berkembang sebagai negara super power dengan penguasaan komoditas terpenting saat itu, MINYAK sebagai sumber energi karena negara-negara itu sedang giat membangun menuju negara industrial. 
Nah…itu sebabnya Trump melakukan kunjungan kerjanya pertama kali sebagai Presiden AS ke Timur Tengah…mengamankan PEARL OF STRING yang merupakan basis & sumber finansial super power AS selama ini. Make America Great Again!–Janji Kampanye TRUMP. Qatar ini juga unik karena di negara ini bukan hanya MINYAK, dia juga memiliki cadangan LNG buesaaar. Sesuatu yang belum dimiliki AS…padahal Russia dan China sudah punya stok banyak LNG, proven maupun potential 😀
Alasan pemboikotan? Jiaaah, kalo itu mah gampaaaang. Serahkan ke spin doctor Washington DC.  Ribuan alasan bisa dibikin, seperti yg saya utarakan di atas tadi. Goreng-goreng dikit…boom, heboh & panas deh. Eskalasi konflik besar-besaran.  Sunni-Syiah pasti laku, tinggal jadiin Iran sebagai kambing hitam. Atau hantam dengan masalah aliran garis keras dan pro terorisme dimana Ikhwanul Muslimin sebenarnya adalah urusan perebutan kekuasaan domestik Mesir. Nah nah…podo wae to? Banyak pihak yang ikut keplok ketika ricuh terjadi atas nama agama/ keyakinan. 
Nulis dowo-dowo. Marai puyeng gak ono hubungane ama Indonesia to? Hiks…kata siapa? Sejak tahun 2006, Indonesia dan Qatar menjalin banyak kerjasama dibidang non mainstream negara-negara teluk. Apa itu? Bidang Agrikultur a.k.a Pertanian, Pendidikan, Jurnalisme dan Teknologi Informatika. Tuuuh! Gak kebayang to?
Turunannya? Indonesia dan Qatar mengembangkan bibit-bibit padi lokal yang dalam Pednis Pertanian Deptan (Kementan sekarang) menjadi bibit inbrida! Dengan piloting project awal di kawasan Purwakarta, Indramayu, dan Sukabumi.  Next, bidang pendidikan. Ingat gerakan INDONESIA PINTAR, INDONESIA SEHAT, INDONESIA MEMBACA yang banyak banget dinyinyirin orang-orang saat itu karena menjadi program SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu)…itu kawan, hasil kerjasama Syeikha Mozah dengan Bu Ani SBY. Bukan dana APBN. Lanjut lagiiiii…..untuk jurnalisme, tahu berapa jumlah wartawan kita yang selanjutnya mendapat pelatihan Jurnalisme di Al Jazeera? 30 orang setiap gelombangnya dimana wartawan diseleksi oleh kedua pemerintahan. Ada lagi lhooo…untuk bidang Teknologi Informasi. Qatar melalui Qtel menguasai 65% saham Indosat dengan berinvestasi sebesar USD 3 miliar, sehingga kita melihat pertumbuhan pesat Indosat di tahun 2010.
Dan terakhir…tahukah teman? Ada 40 juta, yup…gak salah. bukan 4000, bukan 4 juta, tenaga kerja profesional Indonesia di sektor formal disana? FYI, tenaga kerja kita di Saudi Arabia kurang lebih saat ini 7 juta dan kebanyakan di sektor infomal, alias PRT.  Pilot pribadi dan supir pribadi sang Emir dan Syeikha Mozah pun orang Indonesia. Manager hotel dan pegawai industri hospitality di Qatar dikuasai oleh orang Indonesia. Belum lagi pekerja-pekerja profesional di bidang migas dimana Pertamina Indonesia mendapat kesempatan menggarap Blok migas di Sektor 3 Qatar..dengan pola konsensi, artinya kita memiliki ladang migas di Qatar. Dan permintaan tenaga kerja profesional Indonesia di bidang hospitality, farmasi,  kesehatan, IT semakin meningkat. Bahkan Indonesia menjadi prioritas Qatar dalam mencari tenaga kerja terampil, seperti awal 2014 lalu dengan mengumumkan 500.000 lowongan pekerjaan. 
Okay jek…jadi panjang bingit tulisan gw? wakakakaka. Jadi ini kayak si Om Trump pake jurus sekali tepuk 2-3 lalat langsung mati maunya. Pakai tangan Saudi Arabia cs menghantam Qatar…eeeeh, Indonesia bisa kena juga. Maksudnya si Om Trump siiih…tanpa kita sadarin gituuh. Pertanian kena, Energi dapet, Tenaga Kerja okay, IT udah kejadian. Wkwkwkwk…Duh Gustiiiii paringi mbois. Yang sini masih sibuk ama Kakak Ema dan Afi….Hellloooo, wake up dude!!! Mana Pancasila muuuu 
#myjourney #workingmom #creativehead #indexpolitica #geopolitic #geostrategy #timurtengah #qatar #aljazeera

Artikel ditulis oleh Arum Kusumaningtyas 

Mang Insan

Mang Insan

Belajar teruss..