Ribuan Santri Jawa Tengah Turun Jalan Tolak 5 Hari Sekolah

Ribuan Santri Jawa Tengah Turun Jalan Menolak FDS 
 
SEMARANG ;Sekitar 5000 Santri Jawa Tengah yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) turun jalan menolak pemberlakuan sekolah lima hari (FDS) di halaman Kator Gubernur Jawa Tengah, Jumat siang. KMPP memandang Permendikbud No. 23 Tahun 2017 tentang jam sekolah telah meresahkan masyarakat. Ribuan massa KMPP yang datang dari berbagai penjuru kabupaten itu  untuk menuntut supaya Permendikbud yang mengatur lima hari sekolah dibatalkan.
”Kami menolak dengan tegas Permendikbud yang mengatur lima hari sekolah karena tidak sesuai dengan UUD 1945 serta UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. Selain itu, Permendikbud itu telah meresahkan masyarakat,” kata Koordinator Aksi KMPP, Hudallah Ridwan  kepada pers di tengah-tengah aksi. 
 
Hudallah Ridwan, menambahkan Pemprov Jateng dan Pemkab/kota Se Jateng telah sewenang-wenang memaksakan menerapkan lima hari sekolah di setiap satuan pendidikan. Hematnya, pemerintah tidak memperhatikan aspirasi dari masyarakat yang selama ini menolak.

”Kami juga menolak kebijakan Pemprov Jateng dan Pemkab/kota di Jateng yang telah sewenang-wenang menerapkan lima hari sekolah di setiap satuan pendidikan. Jelas pemerintah di Jawa Tengah tidak mengindahkan permintaan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat,” kata Hudallo Ridwan.

Ia juga mengatakan, KMPP  meminta Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Peraturan Presiden tentang penguatan pendidikan karakter. Namun demikian, Presiden Jokowi juga harus memperhatikan eksistensi pendidkan keagamaan di seluruh Indonesia.

”Dengan catatan eksistensi lembaga pendidikan yang sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka juga harus diperhatikan. Lembaga pendidikan keagamaan itu sudah terbukti mampu melahirkan generasi bangsa yang berkarakter. Tokoh-tokoh yang lahir dari lembaga pendidikan keagamaan itulah yang selama ini menjaga keberagaman dalam bingkai NKRI,” kata Hudalloh Ridwan. 

Semetara itu, Kyai Kholison , salah satu peserta aksi dalam orasinya meminta Gubernur Jawa Tengah,  Ganjar Pranowo, agar  tidak memaksakan lewat dinas pendidikan tdk memaksakan berlakunya lima hari sekolah disemua tingkatan. 
 
“Di tengah masyarakat kita sudah ada program pendidikan diniyah (madin ) yang sudah berlangsung ratusan tahun dan trbukti menjadi benteng moral bangsa. Kita tidak akan tinggal diam jika program madin diberangus”,kata Kyai Kholison. 
 
KH. Hasan Maulana, Ketua NU Banyumas yang ikut turun jalan dalam aksi tersebut mengatakan, program FDS tidak boleh menyerang program pendidikan lain yang positif. “Maka kami tentu menolak dan melawan jika FDS terus dipaksakan tanpa menghargai dunia pendidikan yang lain, khususnya Pesantren dan madrasah diniyiah”, kata KH Hasan Maulana. ###
____

KNB Banyumas Banyumas

Agus Mar

Komunitas NU Banyumas (KNB)