Saya, Ustad Solmed dan Singapura.

Catatan Ustadz Syurohbil Mahfudz 

Di mana martabat Indonesia di mata dunia?

Tepat pukul 06.15 pada tanggal 3 juni 2017 , saya dan ustad solmed bertolak menuju Singapura dari Bandara Soekarno Hatta . Setibanya di bandara Canghi Singapura terminal 3 kami pun segera menuju imigrasi guna mengecek pasport. 

Setelah ustadz Solmed selesai, sekarang giliran waktunya saya. Entah awalnya petugas bertanya kepadaku, mengapa formnya tidak di isi lengkap. Maka kembalilah saya mundur lagi untuk melengkapi form tanda pengenal dan tujuan masuk ke singapura. 

Sebenarnya kita ke singapura bertujuan untuk menjenguk kawan ustad solmed. Setelah selesai mengisi form akhirnya saya kembali mengantri dan menghadap petugas . Namus untuk saat ini entah ada apa dengan wajah saya ini, mungkin ke gantengan kali ya ( pede dikit ah ) apa ini di pasport poto Anda ? Tanya petugas. Dengan tegas saya jawab betul sekali itu foto saya. Lalu kemudian dia bilang silahkan menghadap ke kantor imigrasi. Tak lama kemudian saya di bawa ke kantor. Dalam waktu yang sama ustadz Solmed menunggu saya setelah selesai cek pasport. Namun  tiba-tiba petugas kantor imigrasi jadi curiga dengan saya, pada akhirnya saya di introgasi biodata saya Dan tujuan ke singapura. Setelah menunggu 45 menit kemudian mereka memanggil ust solmed yang sudah menunggu selepas cek pasport. hingga mereka dengan se enaknya meminta pasport ust solmed juga dan kembali menahan , besamaan waktu itu ada 2 orang dari depok ikut di bawa petugas kantor imigrasi dan juga di ambil pasportnya , tidak puas dengan pemeriksaaannya lalu dengan seenaknya mereka menggeledah handpone saya dan bertanya poto2 dan video2 yang ada di hp. 

Dengan alasan yang tidak jelas setelah di introgasi selama 2 jam kurang lebih akhirnya  saya dan ust solmed dimasukan kedalam tahanan imigrasi  bersama 2 orang indonesia lainnya. Kita pun bertanya2 apa alasan kita di bawa kesini dengan entengnya mereka menjawab duduk ajah dulu . Saya sore harus kembali ketanah air imbuh kiyai solmed , petugas pun tidak menghiraukan bahkan mereka terus seperti mengintrogasi orang yang sudah pernah melakukan kasus, padahal ini pengalaman pertama kali saya dalam berkunjung ke singapura. Selepas mereka menaruh kita di tahanan, mereka tinggalkan kita . Akhirnya saya berdiskusi dengan ust solmed. Mengira2 mungkin penyebab utama pasport saya di tahan karena tidak kediteksi wajah saya di pasport dan setelah dicek saya pernah mengunjungi negara konflik yang mereka anggap ini membahayakan . Padahal jelas tertulis iqomah saya di libya maupun di sudan tidak lain kecuali sebagai visa pelajar, sungguh ironis sekali jika mereka yang belajar ke timur tengah negara singapura mengklaim sebagai ancaman teroris. Inilah potret negara yang sudah di jajah oleh cina . Waktu semakin berlalu, kami harus balik seusai jadwal 16.30 karena kami masih banyak acara lagi , imbuh ust solmed lalu merekapun berjanji jangan khawatir sebentar lagi tunggu saja. Tanpa menjelaskan apa sebab kita ditahan disana akhirnya mereka membiarkan kita dalam durasi waktu yang cukup lama kurang lebih  7 jam lamanya . Kita pun berfikir betapa tidak berharganya bangsa indonesia di mata mereka sehingga mereka memperlakukan kita seenaknya memasukan kita ke dalam tahanan tanpa alasan???? Halllo pa presiden martabat negara kita rendah sekali di mata mereka. Pada akhirnya kita pun mencoba berulang kali menghubungi kbri namun tidak ada jawaban dari mereka. Setelah lelah menunggu dan sudah lewat batas waktu kita pun memanggil petugas tetapi mereka tanpa merasa menzolimi orang tidak kunjung datang setelah lama kita tekan bel dari dalam ruang tahanan. Janji tinggalah janji tanpa penjelasan yang pasti mereka telah memperlakukan kita sangat tidak manusiawi, bagaimana tidak? Mereka tahan kita tanpa alasan, mereka tunda keberangkatan pulang kita tanpa penjelasan, mereka meminta kita bayar uang tambahan tiket padahal tadi janjinya jika tiket tertunda maka kita tanggung semua , ucap mereka. Tapi apalah faktanya niat jahat mereka pun semakin tercium karena tetep membiarkan kita dalam waktu yang cukup lama dalam kesuliatan sholat, kesulitan ke toilet, ruangan yang begitu dingin ac-nya . Seolah rendah sekali indonesia dimata singapura, secara aturan internasional mereka sudah menyalahi berat menahan tanpa alasan. 

Tepat pukul 18.40 akhirnya ust solmed dibawa keluar sendri dan saya masih tetap di dalam tahanan tanpa alasan , bahkan mereka bilang saya pulangnya besok. Waduh ga kebayang bulan puasa di tahanan negara orang lain??? 

Mao sahur dan buka gimana  ke toilet sajah di tungguin?? Hanya bisa pasrah pada saat itu akhirnya saya buka quran di hp saya setelah di kembalikan pasca di geledah selama 5 jam. Bismillah saya baca yasin mohon kepada allah agar membuka hati mereka sehingga di izinkan pulang ke tanah air pada malam itu juga, tepat pada bacaaan ayat 82 innama amruhu idza arooda syaian an yaqula lahu kun fayakun. Petugas datang mengetuk pintu, Where are Rohbie, yes i am jawab saya . You will cam back to country at 21.20  with flight lion JT 0159T.

 

Dengan hati yang lega saya bersyukur setelah di tahan yang tidak berkemanusiaaan. Setibanya waktu 20.30 saya di keluarkan dan di minta duduk lagi di depan imigrasi, petugas meminta uang 30 dolar singapura. Saya jawab tidak punya, sambil dalam hati tadi janjinya mau di tanggung semua jika telat kembali ke tanah air . Kemudian saya di antar ke pesawat oleh petugas imigrasi dan mereka hanya memberikan bording pas saja , lalu saya bertanya di mana pasport saya? Oh itu urusan pesawat mereka bilang. Sambil mengelus dada saya dalam hati saya terucap Haduuh bener2 nyiksa batin .

 

Tulis tanggapan anda: