Sebagai Wujud Pengabdian Masyarakat, FSB akan Buka Posko Anti Persekusi

Jakarta–jagatngopi.com– Kasus persekusi yang dilakukan oleh oknum ormas tertentu ternyata belum selesai diperbincangkan. Baru-baru ini Djunaidi Sahal Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) di sela-sela acara Pelatihan Keimanan di Masjid Raya Hasyim Asy’ari (8/6/2017) menyatakan bahwa munculnya kasus-kasus persekusi adalah akibat dari ujaran kebencian yang disebar di media sosial.

“Maraknya ujaran kebencian di media sosial menjadi faktor munculnya gesekan di dalam masyarakat. Kami minta semua pihak untuk tidak melakukan ujaran kebencian melalui media apapun,” kata Djunaidi.

Menurut Djunai, persekusi adalah tindakan yang menakuti dan meresahkan masyarakat. Selain itu, Persekusi adalah tindakan melawan hukum, untuk itu aparat penegak hukum harus cepat dan tegas dalam menindak pelaku aksi persekusi dalam bentuk apapun. Selain itu, semua ormas dan elemen masyarakat harus ikut menjaga ketertiban masyarakat.

“Indonesia merupakan Negara hukum, jangan menciderai hukum dengan tindakan yang tidak terpuji, untuk itu kami mendorong semua pihak untuk mempercayai dan menghormati proses hukum di Indonesia,” lanjut Djunaidi.

Terkait kasus Persekusi yang dilakukan oleh anggota ormas tertentu baru-baru ini, dia meminta aparat penegak hukum untuk cepat merespon lewat tindakan hukum yang berlaku.

“Kami akan terus mendorong aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi yang tegas terhadap ormas yang melakukan persekusi,” kata dia.

Djunaidi berharap, semua elemen masyarakat bisa menjaga persatuan dan saling menghargai perbedaan.

Untuk mengantisipasi adanya tindakan persekusi lanjutan, FSB bersama OKP (Organisasi kepemudaan) lainnya akan membentuk posko bersama anti persekusi, khususnya di Jakarta.