Sekjen Ansor: Pengumuman Gereja Katedral Wujud Toleransi antar Umat Beragama

Jakarta, jagatngopi.com–Pengumuman pihak Gereja Ketedral Jakarta Pusat tentang perubahan jadwal misa agar halaman Gereja yang bisa dipakai untuk shalat Ied umat Islam banyak mendapat sorotan dari masyarakat. Pimpinan Pusat GP Ansor, melalui Sekjennya, Abdul Rohman termasuk yang merespon positif perihal pengumuman tersebut.

 

Adung, demikian ia akrab dipanggil, menyatakan bahwa, sikap geraja (pengumuman) itu wujud dari toleransi yang sekian lama dibangun masyarakat Indonesia demi terciptanya kerukunan umat beragama.

“Sebetulnya toleransi yang ditunjukkan pihak Gereja Katedral itu merupakan sikap umum mayoritas masyarakat Indonesia. Karena lokasinya di ibukota negara, maka informasi itu memberi pesan penting pada publik bahwa toleransi sudah jadi kultur masyarakat kita. Tiap tahun bergantian halaman Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral menjadi tempat parkir saat ada Peringatan Natal dan Hara Raya Idul Fitri” demikian ia sampaikan diketerangannya(18/6).

Lebih lanjut Adung menekankan tentang pentingnya upaya-upaya merekatkan kembali tali persaudaraan warga bangsa khususnya antar umat beragama. Khususnya di wilayah DKI Jakarta yang diakui atau tidak gejolak politik yang menyertai pemilukada kemarin sedikit banyak mengoyak tali kebhinekaan antar warga.

“Kebiasaan dan tradisi baik ini perlu terus dipublikasikan terus menerus agar warga bangsa, khususnya generasi yang lebih muda menyadari makna dan indahnya toleransi dalam masyarakat yang majemuk ini. Peristiwa “parkir” ini juga diharapkan mendinginkan suasana psikologis masyarakat paska Pemilukada Jakarta” pungkasnya.