Selain NU, yang Lain Kemana?

Semoga hanya saya yang salah atas pendapat sebagai berikut, pertama, bahwa Pertama, melalui beberapa tokoh penting-strukturalnya, NU sekarang sengaja atau tidak sengaja, disadari atau tidak disadari, merupakan ormas yang begitu mengemuka di(ber)hadap-hadapan dengan Hizb Tahrir Indonesia (HTI). Ormas yang ditengarai anti Pancasila dan UUD 1945 yang baru-baru ini resmi dibubarkan Negara; (baca: Pemerintah).

Kedua, di saat yang sama NU kembali menjadi martir atas sebuah “situasi genting Negara” yang butuh “sentuhan khusus” NU agar Pancasila tetap mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, dalam konteks nilai dasar perjuangan, bisa jadi itu sudah tugas NU “hidup atau mati” untuk menjaga Pancasila dan NKRI. Namun persoalannya, jika pembiaran NU “solo run” berhadap-hadapan dengan HTI juga tidak elok untuk sebuah tugas keumatan. Kenapa?

Keempat, karena secara tidak sadar posisi tersebut menggeser NU dari posisi tengah dan beralih ke pinggir yang pada jangkauan akhir susah untuk bergerak atas nama pengusung aswaja yang tetap bermuara pada rahmatan lil ‘alamin.

Kelima, yang lain kemana? Negara ini didirikan bersama-sama bukan? Dan untuk NU mulailah fokus dan memikirkan pengembangan ekonomi warganya.

ast dalam lima menit di Tebet