Selamat Hari Olah Raga Nasional 2017 : Mari Kerja Bersama !

Perhelatan ajang olah raga persahabatan se-Asia Tenggara (SEA Games 2017) baru saja usai. Kontingen Indonesia menempati urutan ke-5 dengan perolehan Medali Emas 38,  Medali Perak 63 dan Perunggu 90 jumlah total perolehan Medali 191.  Prestasi ini tidak berbeda jauh dengan SEA Games 2015 dimana posisi Indonesia juga urutan ke-5. Hanya saja di SEA Games 2015, perolehan Medali Emas lebih banyak yakni  47. Perolehan medali Emas yang turun berbeda dengan perolehan medali lainnya. Perak ada peningkatan dari 61 menjadi 63, dan  perunggu dari 74 menjadi 90. Serta total medali dari 182 menjadi 191.

Kalau melihat total perolehan Medali. Satuan Tugas Program Indonesia Emas (SATLAK PRIMA) berhasil karena ada peningkatan perolehan medali dari 182 menjadi 191. Cuma karena dalam ajang Olah Raga prestasi tertinggi adalah Emas, maka ukuran utamanya adalah perolehan medali Emas. Apalagi namanya PRIMA (Program Indonesia Emas), jadi harus Emas. Bukan Perak apalagi Perunggu. Munculnya kekecewaan dari berbagai pihak atas prestasi ini merupakan wujud kecintaan dan rindunya masyarakat Indonesia akan Olah Raga. Karenanya Pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, H. Imam Nahrawi yang akan mengevaluasi hasil kerja SATLAK PRIMA secara menyeluruh wajib di apresiasi.

Prestasi SEA Games mungkin bisa jadi bahan Renungan di Hari Olah Raga Nasional (Haornas) sekarang ini. Bahwa untuk Olahraga Prestasi, bukan hanya keinginan saja yang dicanangkan. Tapi faktor pendukung sangat menentukan. Kita semua faham bahwa Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (SATLAK PRIMA) tidak lebih dari perpanjangan tangan dari pemerintah untuk memfasilitasi kebutuhan para Atlit kita untuk berprestasi lebih baik. Makanya Satlak Prima hanya menyediakan yang sifatnya sekunder bagi para atlit, seperti kebutuhan try out, peralatan, pelatih dan mungkin uang saku saja.

Sebenarnya kalau lah ada fihak yang harus bertanggungjawab penuh adalah pertama, KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) yang memang tugas utamanya membantu pemerintah dalam mengkoordinasikan dan pembinaan terhadap Induk Cabang Olehraga. Tugas KONI Bagaimana Induk cabang Olahraga merekrut, melatih dan mencari pelatih untuk Atlit Olahraga itu. Serta memberikan rekomendasi Atlit yang akan dikirim ke SATLAK PRIMA. Sebagai contoh bagaimana PB PBSI hanya mengirimkan Atlit Bulutangkis lapis ketiga ? Atau Angkat Berat meskipun mencapai target dengan perolehan dua emas, tapi ternyata yang berhasil adalah bukan atlit unggulan dan yang unggulan malah dapat Perak? Padahal sebenarnya KONI sangat mampu untuk menjabarkan dan memprediksi cabang olahraga mana saja yang bisa memperoleh Emas. Apalagi Ketua Umum KONI adalah mantan ketua SATLAK PRIMA.

Kedua, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang memang bertanggungjawab untuk cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade. Seharusnya mendorong dan mengusulkan ke KONI agar setiap Olahraga yang dipertandingkan dalam PON itu yang ada kaitan dengan Olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade Internasional. Sedangkan yang tidak ada kaitan agar tidak diurus lagi oleh KONI tapi ke bidang Olahraga lain (FORMI). Selain juga melobi agar olahraga yang sering menjadi unggulan indonesia dan Pencak SIlat menjadi Olahraga yang dipertandingkan secara rutin di internasional, bukan sekedar  perform saja.

Termasuk juga yang harus dimintai tanggungjawab secara formal adalah kementerian keuangan sebagai pihak tertuduh lambatnya turun anggaran meskipun sudah disepakati oleh DPR untuk anggaran SEA Games. Sehingga semua agenda yang sudah disiapkan oleh masing-masing cabang Olahraga tidak dapat berjalan maksimal. Jadi ala kadarnya, asal ada saja kegiatan try out dan lainnya. Meskipun kementerian keuangan berdalih cabang olahraga sering kali usulannya tidak sesuai dengan sisten yang biasa dilakukan oleh Kementerian.

Karenanya, dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional yang ke 34 tahun 2017 ini. Mari bersatu padu untuk menyatukan visi, misi dan target prestasi bersama agar dalam Asian Games yang akang diselenggarakan pada tahun 2018 di Jakarta dan Palembang. Sebagai tuan rumah Indonesia, sukses sebagai penyelenggara dan sukses juga peserta. Target di urutan ke 10 bukan hal yang mustahil, bila semua pihak Pemerintah baik Kemenpora dan Kementerian Keuangan, KONI dan KOI. Bersatu padu, Kerja bersama. Untuk kejayaan Olahraga Indonesia.

Selamat Hari Olahraga ke-34, mari Kita Kerja Bersama !

***Penulis : Mahmud Hamdani.

Tulis tanggapan anda: