Siapa Guru Ngaji Tasawuf Mbah Hasyim Asy’ari dari Surabaya ?

Menurut A. Ginanjar Sya’ban, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari mengaji tasawuf bukan dari Syaikh Mahfudz Termas, tapi dengan Syaikh Nawawi al-Bantani dan Syaikh Abdul Syakur.

Jika Syaikh Nawawi adalah guru besar Ulama Nusantara yang namanya sangat terkenal, lalu siapa Syaikh Abdul Syakur?

Hal ini menjadi pembahasan dan tema menarik yang diungkap Ginanjar dan Gus Milal dalam kajian Turats Ulama Nusantara di Islam Nusantara Center (INC), Sabtu (5/8). 

Syaikh Abdul Syakur adalah salah satu guru mbah Hasyim Asy’ari dari Surabaya. Mbah Hasyim mengkhatamkan kitab “al-Hikam al-‘Ath’iyyah” dengan metode “sorogan”. Serta mendapat ijazah dan sanad dari gurunya ini.

“Karena itu mbah Hasyim Asy’ari tidak populer sebagai Ulama ahli tarekat. Bukannya tidak belajar tasawuf, tapi tasawuf yang diambil atawuf akhlaqi” jelas penulis Mahakarya Islam Nusantara ini.

Bisa dilihat dalam parateks pada Naskah Hikam Milik KH. Hasyim Asy’ari bahwa beliau mengaji pada bulan Ramadhan tahun 1318 Hijri. 

 

Dalam Kitab-Kitab “Thabaqat” (Hagiography) ataupun “Asanid” (Transmisi Intelektual) berbahasa Arab, menurut Ginanjar tidak ditemukan entri penjelasan Syaikh Abdul Syakur Surabaya.

“Yang mengejutkan, informasi tentang Syaikh Abdul Syakur Surabaya ada dalam sumber Barat, yaitu dalam catatan Snouck Hurgronje ketika berada di Makkah pada tahun 1885-6”, tandasnya.

Syaikh Abdul Syakur punya jaringan yang sangat luas, aktivitas yang sangat padat, reputasi tinggi dengan para Ulama yang mengajar di Mekkah. Rumah yang terletak di dekat masjidil Haram menjadi tujuan sowan orang-orang dari berbagai kalangan dan lapisan.

Catatan mbah Hasyim dan Snock menjadi informasi pembuka tentang Syaikh Abdul Syakur. “Pertanyaannya, kenapa nama Syaikh Abdul Syakur terkubur, tidak seperti Syaikh A. Khotib Minangkabau atau Syaikh Muchtar Bogor”, kata Ginanjar.

“Mungkin karena karya-karya beliau belum ditemukan, atau tidak menulis. Tapi rasanya kemungkinan kecil beliau tidak menulis. Karena mertuanya seorang ulama besar dan iparnya adalah pengarang I’anatut Thalibin. Sulit jika Syaikh Abdul Syakur tidak memiliki kitab karangan”, tambahnya.

Sementara itu, Gus Milal mengatakan bahwa bisa jadi Syaikh Abdul Syakur memakai nama lakob atau nama anaknya karena ketawadhuaan beliau. Sehingga perlu dicari informasi detail. Termasuk wilayah tepatnya di Surabaya dimana ia berasal.

“Belum terlacak Surabayanya sebelah mana. Apakah Syaikh Abdul Syakur berasal dari Sidoresmo Surabaya. Ini perlu dilemparkan kepada publik santri agar ikut mencari dan meneliti”, ujar Milal.

Tugas para santri di sini adalah meneliti jejak langkah dan karya Syaikh Abdul Syakur dan Ulama Nusantara lainnya. (Damar).