Silaturahmi Banser NU Kota Kediri Bersama Dandim Dan Kapolresta Kediri

Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) bersama Kapolresta Kediri, AKBP Atnthon Haryadi bertemu sapa langsung dengan pengurus dan anggota Banser NU Kota Kediri di Ponpes Al Amin Ngasinan yang berlokasi di Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Kota, sore ini. Silaturahmi Banser NU ini juga turut dihadiri sesepuh sekaligus ulama, K.H.Anwar Iskandar dan K.H. Abubakar Abdul Jalil selaku Ketua NU Kota Kediri, selain itu hadir juga Danramil Kota Kapten Inf Harmadi dan Kapolsek Kota, Kompol Sucipto, minggu (23/07/2017)

 

“Adem ayem rasanya disini ada TNI, disini ada Polri, disini ada Banser, tidak ada perbedaan, semua kumpul bareng. Saya harap, bapak Dandim, bapak Kapolresta, bersedia memberikan sedikit wawasan kepada anggota Banser yang hadir disini. Perlu diingat, Banser merupakan bagian dari garda terdepan republik ini. Kita patut bangga memiliki Banser, karena Banser ini milik kita semua,” tutur K.H.Anwar Iskandar.

 

Sementara itu, K.H.Abubakar Abdul Jalil juga merespon keberadaan TNI dan Polri dalam silaturahmi ini, dan beliau mengatakan,” Mari kita jalin hubungan yang harmonis ini untuk ketentraman dan kenyamanan warga Kediri. TNI dan Polri di Kediri sangat baik hubungannya, kalau HUT TNI bapak Kapolresta sowan ke Kodim, sebaliknya HUT Bhayangkara bapak Dandim sowan ke Polresta, ini patut kita respon positif. Ada Banser, juga ada TNI, ada Polri, semua satu tidak boleh ada yang memisahkan, kita semua bisa bekerjasama, membangun komunikasi satu sama lain.”

 

Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) dalam kesempatannya juga turut menyampaikan pandangannya,” Kita semua memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing dan itu sudah merupakan hakekat dan itikad dari fungsi kita masing-masing. Kendati semua berbeda latarbelakang, tetapi kita tetap satu, yaitu bertujuan mempertahankan NKRI dan NKRI itu harga mati, tidak bisa ditawar apalagi sampai ditentang atau ditolak. Pancasila tetap menjadi dasar acuan kita sebagai manusia Indonesia, itu sudah pakem dan absolut atau mutlak, karena apa, karena kita ini manusia Indonesia.”

 

Demikian juga AKBP Anthon Haryadi turut menyampaikan pandangannya,” Mari kita satukan visi kita, misi kita, jadikan Kediri damai, karena itulah yang diinginkan warga Kediri. Kita harus bersatu dalam menghadapi segala persoalan. Kita harus berkomunikasi setiap jam ,setiap menit ,setiap detik.”

 

 

Acara berlanjut dengan tausiyah yang disampaikan K.H.Anwar Iskandar, dan inti dari tausiyah tersebut, mengajak semua komponen yang ada di Kediri ini untuk mencegah masuknya paham-paham radikal ,sekaligus memberikan wawasan kepada generasi muda di Kediri untuk selalu memandang segala sesuatu dengan bijak dan berbagai sudut pandang.

Tulis tanggapan anda: