Sosialisasi Revolusi Mental Ditengah Keberagaman

Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) bersilaturahmi dengan keluarga besar PSHT Kediri di balai Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, dalam Sosialisasi revolusi mental yang dikhususkan bagi warga baru atau anggota baru dari PSHT Kediri, yang berlangsung sore tadi. Bersama Ketua PSHT Kediri, M.Haris Setiawan ,Danramil semen, kapten Kav Puguh Bintarto dan Kapolsek Semen, AKP Riko S., sosialisasi yang terarah pada penguatan karakter berbangsa dan bernegara, termasuk pemahaman Pancasila dan UUD 1945, minggu (06/08/2017)

 

Dalam acara ini, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) diperkenankan untuk sedikit banyak menyampaikan wawasan kebangsaannya seputar 4 Pilar kepada warga baru atau anggota baru PSHT Kediri. Diawal wawasan kebangsaannya, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han)  sempat bertanya jawab seputar latarbelakang dari beberapa warga baru atau anggota baru. Selain itu, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) juga menjelaskan peran aktif Kodim 0809/Kediri ditengah-tengah kehidupan sosial, terutama aktifitas yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat.

 

“Kita sering melakukan karya bakti bersama warga, di tempat pemakaman umum, kanan kiri pinggiran jalan, saluran pengairan hingga pembersihan tempat ibadah. Saat ini juga, kami terfokus pada sektor ketahanan pangan, yaitu upaya meningkatkan produktifitas pertanian dengan berbagai cara, salah satunya ikut mengawasi pendistribusian pupuk subsidi, bantuan hibah Pemerintah berupa alsintan maupun turut ambil bagian dalam setiap aktifitas pertanian,” ungkap Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han)

 

Diawal wawasan kebangsaannya, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) menjelaskan konektifitas antara warga negara yang baik dengan 4 pilar, khususnya bagaimana menyikapi segala keberagaman yang ada disekitar kita. Selain itu, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) juga menjelaskan secara singat, hubungan ideologi dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Setiap negara, pasti punya ideologi, dan ideologi setiap negara tidak sama, karena ideologi itu juga masih berhubungan erat dengan kondisi secara global warga negaranya. Ada juga ideologi yang diterapkan di suatu negara, ternyata tidak cocok diterapkan bagi warganya, akibatnya runtuhlah negara itu, sebagai contoh Uni Sovyet, Yugoslavia, dan Cekoslowakia. Sekarang ketiga negara itu sudah hilang, yang ada negara-negara pecahannya, seperti Rusia, Ukraina, Kroasia, Serbia, Ceko, Slovakia dan masih banyak lagi,” kata Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han).

 

 

“Pancasila adalah ideologi kita dan itu mutlak tidak bisa ditawar-tawar. Pancasila juga sudah merangkum karakter dan kepribadian bangsa kita. Pancasila juga sebagai pemersatu dari segala keberagaman yang ada di negeri ini,” sambung Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han). 

Tulis tanggapan anda: