Erni: Tragedi Kemanusiaan Rohingnya Coreng Muka Myanmar

Jakarta, jagatngopi.com– Ketua Fatayat NU Erni Sugiyanti menilai, aksi tragedi kemanusiaan menimpa muslim rohingnya di Myanmar sudah mencoreng muka dunia internasional karena tragedi ini juga melibatkan perempuan dan anak-anak sebagai korban dari kekejaman Pemerintah Myanmar.

“Kejadian di Myanmar sudah mencoreng muka dunia internasional, karena perempuan dan anak-anak rohingnya ikut menjadi korban. Pemerintah dan tentunya dunia internasional harus turun tangan,” kata Erni saat dihubungi, Sabtu (2/9/2017).

Menurut Erni, tragedi ini tentunya sangat memilukan bagi siapa pun. Pasalnya, perempuan dan anak-anal sepatutnya mendapatkan perlindungan serta keamanan harus ikut terlibat bahkan menjadi korban dari sikap arogansi Pemerintah Myanmar.

“Untuk itu, kami mendorong Pemerintah serta PBB bahkan negara di ASEAN agar tidak perlu ragu lagi dalam memberikan sanksi kepada Pemerintah Myanmar,” tegas Erni yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB.

Sebelumnya diberitakan, Sebuah laporan dari para aktivis menyebut pasukan keamanan Myanmar melakukan pembantaian etnis Muslim Rohingya secara besar-besaran dalam sepekan. Dalam laporan disebutkan, sekitar 130 orang, termasuk wanita dan anak-anak Rohingya dibunuh.

Pembantaian massal seperti dilaporkan ABC Jumat (1/9/2017) dengan mengutip dua sumber terpisah, terjadi di Desa Chut Pyin, dekat Kota Rathedaung, Myanmar barat.

”Sejauh ini laporan—menurut saya cukup kredibel—menyebutkan sekitar 130 orang termasuk wanita dan anak-anak terbunuh,” kata Chris Lewa, Direktur The Arakan Project, lembaga kemanusiaan yang bekerja dengan komunitas Rohingya.

“Itu terjadi pada hari Minggu ketika pasukan keamanan tiba-tiba mengepung seluruh wilayah, bersama dengan penduduk desa Rakhine, sepertinya ini adalah pembantaian besar-besaran di Rathedaung,” kata Lewa.

Tulis tanggapan anda: