Wakil Ketua PCNU: Angkat Tangan Walikota Depok Bukan Sikap Seorang Pemimpin

Wakil Ketua Pengurus Cabang Depok, Ahmad Solehan menyesalkan atas pernyataan Walikota Depok yang angkat tangan dengan kondisi siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Depok yang masih belajar di lantai.

Seperti diberitakan merdeka.com (17/8) yang mewartakan Walikota Depok, Idris Abdul Shomad bahwa persoalan masih adanya siswa yang belajar di lantai di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Depok bukanlah kewenangan pemkot. MTsN merupakan tanggung jawab Kementerian Agama sehingga pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa atas kondisi tersebut.

Dikatakan, pendirian MTSN itu adalah otoritas pusat dan kebijakannya ada di tangan Kemenag. Dia berpendapat masih ada sejumlah program lainnya yang membutuhkan biaya dan belum terealisasikan. 

“Pemkot bisa memberikan bantuan apapaun atas seizin kementerian. Bisa saja kalau kita duit berlebihan, kalau kita punya. Ini masalahnya kan kita bagi duit untuk hal yang inti saja masih banyak program-program kita yang belum terealisasikan,” ucapnya.

Menurutnya untuk mengatasi hal itu harus ada koordinasi. Walaupun terkait pendidikan tetap harus dilakukan komunikasi. “Iya ini pendidikan, tapi kita juga harus tahu kebijakan itu tidak semuanya dilimpahkan pada Pemkot ada juga kebijakan pusat. Tidak bisa ujug-ujug ambil APBD begitu saja, harus ada koordinasi,” pungkasnya.

Atas pernyataan walikota terkait kondisi siswa di MTsN Depok tersebut, Ahmad Solehan sangat menyesalkan sikapnya yang jauh dari sikap seorang pemimpin.

komentar Walikota jauh dari semangat mengayomi dan terkesan lari dari persoalan. Bahwa kebepihakan Walikota bukan lagi kepada warga yang dipimpinnya namun demi demi kepentingan dan sudut pandang pribadinya. Ia lupa dan tidak sadar bahwa Walikota adalah pemimpin bagi warga Depok. Jeles Ahmad Solehan yang akrab dipanggil Alek.

Alek, yang juga Alumni PMII Depok ini, melanjutkan bahwa amanat pendidikan adalah amanat bersama dan prioritas program nasional untuk pengembangan SDM Indonesia, dan ini terjadi di warga yang dipimpin walikota Depok. Sunguh ironi sebagai seorang walikota berpandangan sangat parsial.

Dibagian akhir keterangannya Alek meminta pada Pemkot Depok untuk melakukan langkah-langkah pelayanan atas kondisi MTsN tersebut.

“Kami minta kepada Walikota untuk segera mengambil langkah-langkah demi terlayaninya layanan pendidikan di Kota Depok ini. Apapun alasannya, MTsN adalah lembaga pemerintah, dimana walikota dan pemerintahan kota depok adalah bagian di dalamnya. Itu yang harus dilakukan, agar  Walikota tidak mendholimi rakyatnya”. Pungkas Alek.

Photo: merdeka.com

 

Tulis tanggapan anda: