Wanita Islam Kunci Menuju Purbalingga Akhlakul Karimah PURBALINGGA

Wanita Islam Kunci Menuju Purbalingga Akhlakul Karimah

PURBALINGGA, DINKOMINFO – Keberadaan organisasi Wanita Islam kabupaten Purbalingga diharapkan mampu berperan secara aktif dalam membangun kabupaten Purbalingga utamanya melalui bidang kegiatan kewanitaan dan kemasyarakatan. Wanita Islam sebagai wadah kreatifitas mengembangkan diri dalam dakwah islam juga harus mampu berperan dalam mewujudkan misi Purbalingga yang akhlakul karimah.

“Dalam era digitalisasi, wanita menjadi kunci dalam keluarga utamanya dalam membendung pengaruh negatif keterbukaan informasi melalui media sosial,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tri Gunawan Setyadi, SH, MM saat mewakili Bupati menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Wanita Islam Kabupaten Purbalingga di aula Kraca Bungur Purbasari Pancuran Mas, Minggu (23/4).

Wanita Islam, lanjut Tri Gunawan, dengan pengetahuannya harus mampu berperan sebagai filter bagi keluarga dan putra putrinya dalam menyerap dan memanfaatkan informasi dalam media sosial. Bahkan melalui kegiatan dakwah dan majelis ta’lim yang dikembangkan, pengurus dan seluruh anggota Wanita Islam dapat memberikan informasi bagaimana memanfaatkan media sosial secara positif.

Tri Gunawan juga menyampaikan pesan Bupati agar sesibuk apapun Wanita Islam tidak meninggalkan kodratnya sebagai istri dan ibu bagi putra putrinya. “Emansipasi wanita yang diperjuangkan RA Kartini sudah banyak dinikmati kaum perempuan. Namun tidak berarti para wanita mesti meninggalkan kodratnya,” katanya.

Dalam mewujudkan misi Purbalingga Berakhlakul Karimah, sudah banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan pemerintah daerah. Namun menurut Bupati belum cukup kalau hanya mengandalkan kegiatan dari pemkab saja. “Harus ada dukungan dan sengkuyung dari berbagai organisasi keagamaan di masyarakat, termasuk Wanita Islam,” tandasnya.

Sementara, Ketua Pengurus Wilayah Wanita Islam Jawa Tengah, Dra. Hj Nurhidayati berpesan agar organisasi Wanita islam Kabupaten Purbalingga berjalan sesuai dengan AD/ART dan aturan organisasi yang menjadi pedoman organisasi dari tingkat pusat hingga cabang. Seharusnya, kepengurusan WI Purbalingga yang lama (2010 – 2015) berakhir, harus mnyampaikan laporan pertanggunjawaban melalui musyawarah daerah. Namun belum ada kabar penyelenggaraan musda, malah sudah ada kepengurusan yang baru.

“Kedepan, harus dilaksanakan sesuai aturan organisasi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Nurhidayati menuturkan bahwa Wanita Islam merupakan organisasi independen dan bukan merupakan organisasi yang berafiliasi dengan partai politik manapun. Wanita Islam adalah organisasi yang bergerak di bidang keagamaan dan dakwah. Seperti majelis ta’lim, pendidikan, social kesejahteraan dan ekonomi.

“Di bidang pendidikan WI telah memiliki Yayasan Pendidikan Bhakti Wanita Islam yang membangun pendidikan PAUD/SD/SMP/SMA  dan universitas. Dibidang ekonomi, dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, sudah ada BMT yang sudah mapan seperti di Purbalingga dan Solo,” jelasnya.

Ketua WI yang baru, Hj Tenny Yuliawati, SE mengaku siap membawa organisasi Wanita Islam Purbalingga menjadi lebih baik. Selain mengembangkan BMT Syariah Wanita Islam yang sudah lama digelutinya, pengurus dan anggota juga akan berinovasi dalam membesarkan WI Purbalingga.

“Salah satu programnya adalah membuka salon kecantikan Wanita Islam. Nantinya akan memberikan layanan tata rias dan kecantikan yang sesuai dengan syariah,” jelasnya.

Dirinya berharap, seluruh anggota mampu mengemban tugas dengan amanah untuk memajukan organisasi WI di Purbalingga. (Hr)