Wawasan Kebangsaan Bela Negara Bersama STMIK Kediri

Suasana pendidikan di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Kediri hari ini agak berbeda dibanding hari-hari sebelumnya, ini dikarenakan Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) kali ini menyampaikan wawasan kebangsaannya di tempat pendidikan yang terletak di Kelurahan Baloweri Kecamatan Kota. Dengan mengusung tema “Bela Negara”, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) bersama Rektor STMIK Kediri, Tri Esti Rahayuningtyas dan Danramil Kota, Kapten Inf Harmadi, menyampaikan pandangannya dari beberapa segmen, sabtu (09/09/2017)

 

“Secara spesifik materi wawasan kebangsaan kali ini lebih mengutamakan bela negara dan topik terhangat di nusantara. Kita juga membebaskan isi materi dari bapak Dandim. Fokus dari wawasan kebangsaan ini tidak lain tidak bukan untuk membentuk karakter mahasiswa STMIK, sesuai dengan visi dan misi dari STMIK,” kata Tri Esti rahayuningtyas.

 

Diawal wawasan kebangsaan Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) menceritakan seputar historis dari komitmen para tokoh agama di era awal-awal Indonesia menyatakan kemerdekaannya, negara ini bukan negara agama tetapi negara Republik yang berdasarkan pada Pancasila. “Pancasila itu merupakan hasil mufakat dari berbagai tokoh agama dan Pancasila bersifat absolut tidak bisa di utak utik atau di rubah. Karena sejarah juga mencatat, perjuangan bangsa ini dilakukan para pahlawan dengan latarbelakang yang berbeda-beda, beda suku, beda bahasa dan beda agama,” jelas Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han).

 

Lanjutnya, “Kita harus mewaspadai adanya doktrin-doktrin yang sengaja dimasukkan untuk memecahbelah persatuan dan kesatuan. Saya kasih contoh, dulunya Suriah itu negara damai, tetapi sekarang berubah 180 derajat, kacau balau, perang saudara dan kerusakan disana-sini, siapa yang rugi pada akhirnya, ya rakyat Suriah. Kehancuran Suriah diawali dari adanya saling menyalahkan satu sama lain, saling menghujat, saling memfitnah, ditambah lagi masifnya informasi berbau hoax, akhirnya terjadi permusuhan satu sama lain.”

 

Sebelumnya, terlebih dahulu BNNK Kota Kediri menyampaikan wawasannya seputar bahaya narkoba, baik dari sisi dampak negatif bagi tubuh manusia maupun dampak negatif lainnya, seperti efek kehidupan rumah tangga, efek kehidupan belajar mengajar hingga efek bersosial masyarakat di lingkungan. Selain itu, BNNK Kota Kediri juga menjelaskan seputar peredaran hingga penggunaan narkoba yang saat ini sudah menjadi kekhawatiran tersendiri, khususnya terarah pada generasi muda.

 

 

Tulis tanggapan anda: